Bisnis.com, CIREBON - Sepanjang 186,28 kilometer jalan di Cirebon tercatat dalam kondisi rusak dan rusak berat menjelang arus mudik Lebaran 2026. Angka tersebut setara sekitar 15% dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 1.240,30 kilometer.
Data tersebut tercantum dalam publikasi Cirebon Regency in Figures 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Perinciannya, pada akhir 2025, sepanjang 65,59 kilometer berada dalam kondisi rusak dan 120,69 kilometer masuk kategori rusak berat.
Kepala BPS Kabupaten Cirebon Januawarto Wibowo mengatakan, angka tersebut menunjukkan masih adanya ruas jalan yang belum dalam kondisi mantap menjelang periode mobilitas tinggi.
“Total jalan rusak dan rusak berat pada 2025 tercatat 186,28 kilometer dari total 1.240,30 kilometer jalan kabupaten. Secara persentase sekitar 15%,” ujar Januawarto, Senin (2/3/2026).
Ia memaparkan, secara tren 4 tahun terakhir, total panjang jalan rusak dan rusak berat memang menunjukkan penurunan dibandingkan 2022 yang mencapai 197 kilometer. Pada 2023, tercatat 191,46 kilometer dan 2024 sebesar 187,20 kilometer. Namun, pada 2025, angkanya masih berada di 186,28 kilometer.
“Pada 2022 totalnya 197 kilometer, 2023 sebesar 191,46 kilometer, 2024 sebesar 187,20 kilometer, dan 2025 menjadi 186,28 kilometer,” katanya.
Baca Juga
- 82.131 Warga Kabupaten Cirebon Menganggur Jelang Lebaran 2026
- Cirebon Obral Diskon PBB Demi Target PAD Rp45 Miliar
- Cirebon Bidik 5 Juta Wisatawan pada 2026, Kota Tua Jadi Andalan
Meski totalnya menurun tipis, terjadi perubahan signifikan pada komposisi tingkat kerusakan. Data BPS mencatat panjang jalan rusak berat meningkat dari 95,88 kilometer pada 2024 menjadi 120,69 kilometer pada 2025. Sebaliknya, kategori rusak menurun dari 91,32 kilometer menjadi 65,59 kilometer.
“Rusak berat pada 2024 sebesar 95,88 kilometer dan naik menjadi 120,69 kilometer pada 2025. Sementara rusak turun dari 91,32 kilometer menjadi 65,59 kilometer,” jelasnya.
Menurutnya, pergeseran tersebut tercermin dari data tahunan kondisi jalan yang dihimpun BPS berdasarkan laporan instansi teknis. Secara keseluruhan, total panjang jalan kabupaten tidak berubah dalam 4 tahun terakhir, tetap berada di angka 1.240,30 kilometer.
Di sisi lain, panjang jalan dalam kondisi baik menunjukkan peningkatan dalam periode yang sama. Pada 2022, jalan berkondisi baik tercatat 690,96 kilometer. Angka itu meningkat menjadi 758,64 kilometer pada 2023, lalu 873,86 kilometer pada 2024, dan mencapai 920,54 kilometer pada 2025.
“Jalan kondisi baik pada 2022 sebesar 690,96 kilometer dan meningkat hingga 920,54 kilometer pada 2025,” kata Januawarto.
Sementara itu, jalan dengan kondisi sedang mengalami penurunan signifikan. Pada 2022, tercatat 352,34 kilometer, turun menjadi 290,20 kilometer pada 2023, kemudian 179,24 kilometer pada 2024, dan menyusut menjadi 133,48 kilometer pada 2025.
Dengan komposisi tersebut, BPS mencatat pada 2025 total jalan dalam kondisi baik dan sedang mencapai 1.054,02 kilometer, sedangkan 186,28 kilometer berada dalam kondisi rusak dan rusak berat.




