Kilas Balik Wakil Indonesia Didiskualifikasi dari All England Imbas Covid-19

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pada 2021, semua atlet bulu tangkis Indonesia didiskualifikasi dari All England. Hal ini jadi perhatian publik dalam dan luar negeri. Sejumlah pihak kecam dan nilai ini keputusan tidak adil.

Melati Daeva Oktavianti, yang merupakan salah satu kontingen Indonesia pada waktu itu, kembali menceritakan insiden tersebut pada kumparan. Sang juara bertahan kala itu mengetahui informasinya secara mendadak.

Tak ada kecurigaan di benak Melati. Atlet jebolan PB Djarum tersebut sedang di kamar hotelnya di Birmingham, lalu tiba-tiba mendapati ia dan Praveen Jordan, juga atlet Indonesia lain dinyatakan kalah tanpa bertanding.

"Itu sekitar sorean, saya lagi nyantai di kamar karena kebetulan mainnya malam. Terus saya ngecek Tournament Software (situs yang berisi data pertandingan bulu tangkis) buat mantau livescore, tahu-tahu pas ngelihat, kok ada tulisan 'walkover (WO)' di samping schedule nama saya," kata Melati pada kumparan.

"Syok langsung kaget. Pas saya refresh lagi Tournament Software-nya ternyata pemain Indonesia yang belum main pada saat itu semuanya ada tulisan WO. Enggak lama setelahnya ada pemberitahuan dari manager di grup WA (yang membenarkan kami WO)," tambahnya.

Penyebab seluruh atlet bulu tangkis Indonesia mendadak dipaksa mundur dari All England karena ada temuan kasus positif COVID-19 pada penumpang yang satu penerbangan bersama para pebulu tangkis Indonesia untuk sampai ke Inggris. Namun, identitas penumpang tak pernah diungkap.

"Waktu itu didiskualifikasi karena tim Indonesia sepesawat sama 1 penumpang positif kena covid. Jadi kami gak boleh main & ikut dites covid. Walau hasilnya negatif, tetap gak boleh main karena pas itu peraturan covid ketat banget," ujar Melati.

Saat diberi tahu, Melati masih di hotel. Namun, ia terima kabar rekan-rekannya harus pulang jalan kaki. Jarak hotel & venue gak terlalu jauh, tapi harusnya boleh naik shuttle bus, tapi pemain Indonesia dilarang saat itu. Ada kemungkinan karena mereka dianggap suspect imbas sepesawat dengan orang positif covid.

"Dari venue ke hotel itu bisa jalan kaki jaraknya enggak terlalu jauh. Saya juga biasanya jalan kaki. Tapi mereka (panitia) nyediain shuttle bus juga. Nah kalau untuk yang gak dibolehin naik shuttle itu saya kurang tahu ceritanya gimana karena posisinya lagi di hotel," ungkapnya.

Tim Indonesia harus diisolasi 3 hari, baru bisa pulang. Selama itu, makanan dan minuman dibantu oleh KBRI.

“Soalnya waktu itu pas tahu udah diskualifikasi kami semua minta pulang ke Indonesia hari besoknya, tapi enggak boleh mesti nunggu tes covid sekali lagi yang selanjutnya,” terangnya.

"Masalahnya selesai karena ya enggak bisa apa-apa juga. Udah diusahain ini itu tapi peraturannya tetap enggak boleh main ya udah mau gimana lagi. Akhirnya sehabis tes covid yang kedua kita negatif semua terus kita langsung pulang lewat London dibantu sama KBRI sana," tambah Melati.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelita Jaya Masih Sempurna, Klasemen IBL 2026 Berpotensi Berubah Usai Jeda FIBA
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo akan Pimpin Upacara Pemakaman Try Sutrisno di TMP Kalibata
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemberian THR PPPK Paruh Waktu di Bandung Masih Dikaji
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Perang Arab Makin Ngeri, Kapal Tanker Minyak Kena Hantam Rudal Iran
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Suami Tewas dan Istri Kritis di Bekasi Diduga Dianiaya, Pelaku Masuk Rumah lewat Jendela
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.