EtIndonesia. Shen Yun Performing Arts, kelompok seni yang telah mendunia, saat ini memiliki delapan rombongan yang tengah melakukan tur pertunjukan di berbagai negara. Melalui bentuk seni yang memukau dan berkualitas tinggi, Shen Yun menampilkan keindahan budaya tradisional Tiongkok serta meraih pujian luas dari kalangan arus utama di banyak negara.
Namun, Partai Komunis Tiongkok (PKT) disebut terus meningkatkan upaya penekanan lintas negara terhadap Shen Yun. Melalui pengiriman sejumlah besar email berisi ancaman bom dan ancaman kematian, pihak yang diduga terkait berupaya mengintimidasi penyelenggara lokal maupun para pemimpin negara, dengan tujuan mengganggu jalannya pertunjukan. Tindakan tersebut memicu perhatian dan kecaman internasional.
Menjelang pertunjukan Shen Yun di Australia pada 25 Februari, pihak penyelenggara setempat menerima beberapa email berbahasa Mandarin yang menuntut pembatalan acara. Salah satu email bahkan mengklaim secara palsu bahwa bahan peledak telah ditempatkan di sekitar kediaman Perdana Menteri Anthony Albanese, dan mengancam bahwa ledakan bisa terjadi jika pertunjukan tetap digelar.
Setelah dilakukan pemeriksaan, kepolisian Australia menyatakan tidak menemukan adanya ancaman nyata terhadap komunitas maupun keselamatan publik.
“Sudah pasti ini dilakukan oleh PKT, tidak diragukan lagi. Di Tiongkok daratan, PKT terus melakukan penindasan terhadap Falun Gong, bahkan memperluasnya hingga ke luar negeri. Shen Yun sebagian besar terdiri dari seniman yang merupakan praktisi Falun Gong. Nilai ‘Sejati, Baik, Sabar’ yang dipromosikan Shen Yun serta upaya menghidupkan kembali budaya tradisional jelas membuat PKT marah dan tersinggung, sehingga mereka terus mengganggu dan melecehkan Shen Yun,” kata Profesor Xie Tian dari Aiken School of Business, University of South Carolina, Amerika Serikat.
Menurut laporan The Epoch Times, sejak Januari tahun ini, sejumlah pemimpin dunia juga menerima email ancaman bom dan ancaman kematian, termasuk Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden Republik Tiongkok (Taiwan) Lai Ching-te, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, Presiden Italia Sergio Mattarella, dan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen.
Semua email tersebut ditulis dalam bahasa Mandarin, berisi ancaman serius dengan nada yang seragam: menuntut pembatalan pertunjukan Shen Yun, atau konsekuensi akan ditanggung.
Xie Tian menilai bahwa langkah tersebut menunjukkan kebuntuan strategi.
“Menurut saya, PKT tampaknya salah langkah atau sudah kehabisan cara. Sebelumnya mereka mencoba mengganggu melalui tindakan seperti merusak ban kendaraan, mengirim surat ancaman anonim, atau ancaman bom. Namun upaya itu tidak berhasil menghentikan pertunjukan Shen Yun. Sekarang tampaknya mereka mencoba meningkatkan tekanan dengan mengancam para kepala negara untuk menambah efek intimidasi,” katanya.
Pengamat isu-isu aktual Lan Shu menyatakan: “Gangguan PKT terhadap Shen Yun, serta tindakan intimidasi terhadap pemerintah dan pemimpin berbagai negara, justru membuat masyarakat Barat semakin jelas melihat hakikat rezim tersebut.”
Menanggapi ancaman terhadap Perdana Menteri Australia yang diduga bertujuan menghalangi pertunjukan Shen Yun, pada 26 Februari Ketua Family First Party Australia, Lyle Shelton, dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa Australia adalah negara berdaulat dan tidak akan membiarkan perdana menterinya diancam oleh kekuatan asing, maupun membiarkan kebebasan seni dibatasi.
Ia menekankan bahwa respons yang tepat terhadap ancaman dan intimidasi bukanlah mundur, melainkan semakin tegas. Ia juga menyerukan kepada masyarakat Australia untuk mendukung dan menyaksikan pertunjukan Shen Yun.
Sementara itu, Shen Yun New Era Company dari Amerika Serikat tampil selama dua hari berturut-turut di Gold Coast Arts Centre, Australia, dan mendapat apresiasi serta sambutan hangat dari kalangan penonton arus utama.
Mantan pengacara militer, Arun Lambert, mengatakan: “Saya sudah ingin menonton pertunjukan ini selama lebih dari 20 tahun. Sekarang, setelah pensiun, akhirnya saya memiliki kesempatan untuk mewujudkannya. Rasanya luar biasa. Bisa merasakan langsung budaya dan tradisi Tiongkok benar-benar pengalaman yang sangat mengesankan.”
Ke depan, Shen Yun dijadwalkan menggelar lebih dari dua puluh pertunjukan di berbagai kota di Australia. (jhon)




