Nadiem Sebut 85 Persen Laptop Chromebook Masih Dipakai Sampai 2025

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Nadiem Makarim menanyai Mantan Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikbudristek, Muhammad Hasan Chabibie, soal sebanyak 85 persen laptop berbasis Chromebook masih aktif digunakan di sekolah-sekolah hingga tahun kemarin.

Hasan yang duduk sebagai saksi dicecar oleh Eks Mendikbudristek itu dalam sidang lanjutan untuk kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.

“Saya mau tanya, Bapak tahu enggak di tahun 2025, berapa jumlah dari total Chromebook yang masih aktif? Bapak tahu enggak angka itu?” tanya Nadiem dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (2/3/2026).

Baca juga: Vendor Ungkap Alasan Harga Chromebook dari Rp 2,9 Juta Bisa Melambung sampai Rp 6 Jutaan di E-katalog

Awalnya, Hasan mengaku tidak tahu karena dia sudah tidak bekerja di Pusdatin.

Kubu Nadiem kemudian menunjukkan data yang diambil dari dashboard kementerian yang tadi dijelaskan oleh Hasan saat dicecar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Nadiem membacakan, data itu menunjukkan sekitar 85 persen Chromebook masih aktif meski pengadaan sudah lama berlalu.

“Berdasarkan last login data dari total kumulatif, dan ini dari total 1,4 juta yang aktif, 85 persen Chromebook di tahun 2025 masih aktif, 85 persen. Padahal sudah melewati, banyak yang udah empat tahun, lima tahun,” kata Nadiem.

Adapun, Nadiem bertanya mengenai kebutuhan kementerian akan sebuah perangkat untuk mengontrol perangkat hingga ke tingkat daerah.

“Kalau kita bicara device manager, memang salah satu problem kita di dunia IT itu, kita kesulitan untuk kemudian mengontrol penggunaan perangkat yang ada di sana,” jawab Hasan.

Baca juga: Saksi Sidang Chromebook Klaim Tak Pernah Teken BAP, Jaksa Menepis

Lalu, Nadiem menyinggung soal Chrome Device Management (CDM) yang diadakan pada masanya.

CDM merupakan perangkat yang bisa memblokir dan membatasi akses suatu perangkat, dalam hal ini laptop, ke beberapa situs sesuai pengaturan yang dikehendaki.

Hasan membenarkan CDM penting untuk mengontrol sejumlah konten yang dinilai negatif bagi murid. Misalnya, pornografi dan judi online.

“Apakah penting untuk menghindari konten negatif seperti pornografi?” tanya Nadiem.

“Oh iya kalau itu iya, setuju,” jawab Hasan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Lebih lanjut, dengan adanya CDM, ada sejumlah data yang bisa ditarik pemerintah pusat dari pemerintah daerah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Target Laba Naik 30%,KAQI Rancang Dividen
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Yang Perlu Diketahui dari Meninggalnya Wapres ke-6 RI Try Sutrisno
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Bertahan 4 Dekade di Monas, Budi dan Perjuangan Fotografer Keliling di Era Digital
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Pendapatan dan Laba Jababeka (KIJA) Tumbuh Double Digit pada 2025
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jadwal Imsakiyah Kota Bogor Selasa 3 Maret 2026
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.