Penulis: Yosep Haay
TVRINews, Manokwari
Panitia Pesparawi Nasional XIV menggelar pembekalan bagi para Master of Ceremony (MC) atau pembawa acara sebagai bagian dari pematangan persiapan pelaksanaan ajang nasional tersebut di Manokwari. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 2–3 Maret 2026.
Pembekalan ini diikuti peserta yang akan bertugas memandu berbagai kategori lomba dan ibadah dalam rangkaian Pesparawi Nasional XIV.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi terkait teknik membawakan acara, etika pelayanan, penguasaan tata panggung, hingga pemahaman alur dan teknis perlombaan.
Koordinator Seksi Acara Pesparawi Nasional XIV, Anthoneta Ayatanoi, menegaskan pentingnya peran MC dalam menjaga kelancaran dan kualitas penyelenggaraan acara.
"Pembawa acara tidak hanya bertugas memandu kegiatan, tetapi juga menciptakan suasana yang tertib, komunikatif, dan menarik. Karena itu dibutuhkan pembekalan khusus untuk meningkatkan kemampuan public speaking, teknik vokal, serta penguasaan susunan acara," ujar Anthoneta Ayatanoi, Senin, 2 Maret 2026.
Sementara itu, Ketua Umum Pesparawi Nasional XIV, Ali Baham Temongmere, menyampaikan bahwa MC merupakan representasi wibawa penyelenggaraan.
"Master of Ceremony bukan hanya orang yang memandu jalannya acara. Lebih dari itu, MC adalah pengarah suasana, penjaga ritme kegiatan, sekaligus representasi wibawa penyelenggaraan," ucap Ali Baham Temongmere.
Ia juga menambahkan, bahwa MC dalam Pesparawi harus memiliki kepekaan rohani dalam setiap tugas yang dijalankan.
"Setiap kata yang diucapkan hendaknya mencerminkan penghayatan iman, membangun semangat persaudaraan, dan menumbuhkan sukacita dalam Tuhan," tambahnya.
Kegiatan pembekalan secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Pesparawi Nasional XIV dengan prosesi pemukulan tifa sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan, disertai penyematan tanda peserta kepada perwakilan MC.
Melalui pembekalan ini, para MC diharapkan tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki semangat pelayanan dan kebersamaan demi menyukseskan Pesparawi Nasional XIV sebagai ajang pujian dan persatuan umat.
Editor: Redaksi TVRINews





