jpnn.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menginstruksikan seluruh jajaran untuk bersiap menghadapi potensi krisis ekonomi buntut konflik Amerika Serikat dan Israel vs Iran.
Penekanan ini dilakukan guna memitigasi dampak gangguan rantai pasok global terhadap stabilitas harga di Ibu Kota.
BACA JUGA: Pemprov DKI Tambah 63 Sekolah Swasta Gratis Tahun Ini, Cek Daftarnya di Sini
“Saya menyampaikan kepada jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk kita selalu berpikir tentang krisis. Sehingga kalau ada kekurangan, misalnya produk-produk tertentu, kita harus mempersiapkan untuk itu,” ujar Pramono di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Senin.
Pramono berharap, konflik tersebut tidak akan berlangsung lama.
BACA JUGA: Anggota DPRD DKI Kenneth Geram Lihat Macet di Lokasi Proyek Flyover Latumenten
Namun, sebagai pemimpin Jakarta, ia juga menyadari bahwa kondisi tersebut akan berdampak pada Ibu Kota khususnya di bidang barang dan jasa.
Apabila itu terjadi, kenaikan harga barang mungkin akan terjadi di Jakarta.
BACA JUGA: Kawal Kasus Rudi S Kamri, Sejumlah Purnawirawan Jenderal TNI-Polri Ajukan Amicus Curiae ke PT DKI
“Karena pertama, supply chain-nya (rantai pasok) ini kan melalui Selat Hormuz yang di situ hampir 30 persen lebih minyak dunia itu selalu melewati selat ini, termasuk juga barang-barang yang lain. Maka kalau kemudian ini ditutup, pasti dampaknya menjadi semakin panjang, ongkos perjalanan untuk barang tersebut menjadi lebih mahal dan dampaknya kepada harga pasti akan terdampak,” kata Pramono.
Sebagai antisipasi, Pramono pun mengerahkan seluruh BUMD untuk bersama-sama menghadapi kemungkinan itu.
Salah satunya, Pemerintah Jakarta beberapa waktu lalu telah menerima impor sapi Australia.
Menurut Pramono, hal ini dilakukan sebagai upaya menyeimbangkan harga daging sapi di Ibu Kota.
“Ini cara kami untuk supaya harga daging tidak mengalami kenaikan dan Alhamdulillah sampai hari ini tidak mengalami kenaikan,” kata Pramono.
Sebelumnya, Pramono juga telah menyampaikan bahwa Pemprov DKI akan terus memantau perkembangan situasi global dan menjaga stabilitas Jakarta, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.
Ia juga mengajak semua pihak menjaga suasana kondusif Ibu Kota di tengah ketidakpastian global.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




