CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Semakin memanasnya situasi dan eskalasi perang di Timur Tengah membuat prihatin Pengurus Pusat Muhammadiyah.
PP Muhammadiyah, Senin (2/3/2026) merilis pernyataan sikap mengecam serangan yang memicu perang tersebut. Pernyataan sikap ditandatangani Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Syafiq A Mughni dan Sekretaris Muhammad Sayuti, Ph.D.
Serangan yang dimulai gabungan Israel dan Amerika Serikat itu, Sabtu (28/2/2026), menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei, yang seketika dibalas dengan serangan Iran ke Israel dan pangkalan serta aset militer AS di kawasan Teluk.
Muhammadiyah menyatakan rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan korban lainnya yang menjadi sasaran serangan Amerika
Serikat dan Israel ke Republik Islam Iran. Belasungkawa yang sama bagi korban serangan balik Iran di beberapa negara Arab.
"Kami mengecam dengan sangat serangan tersebut dan kami memandangnya sebagai pelanggaran atas hak-hak asasi manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa," demikian pernyataan poin 2.
Muhammadiyah menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran tersebut dan mewujudkannya dengan langkah yang nyata.
"Kami mendorong agar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam segera
mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri genosida terhadap bangsa Palestina, serta segala bentuk kekerasan dan mencegah meningkatnya ketegangan antarnegara di kawasan Timur Tengah."
Iran maupun negara-negara Arab, harap Muhammadiyah, saling menahan diri dan mengedepankan dialog untuk tidak terlibat konflik lebih jauh antar sesama anggota Organisasi Kerjasama Islam.
Muhammadiyah mendorong dilakukannya dialog dan langkah-langkah diplomasi untuk menyelesaikan konflik di kawasan Timur Tengah tersebut.
"Kami mengajak semua negara, lembaga-lembaga multilateral dan bilateral, tokoh-tokoh agama dan kekuatan masyarakat pada umumnya untuk ikut menciptakan kedamaian dan keadilan global dan mengecam segala bentuk tindakan yang semena-mena yang menyebabkan kerusakan dan hancurnya peradaban di muka bumi," bunyi poin terakhir pernyataan sikap tersebut.




