Penulis: Jimmy Mulyadi
TVRINews, Jembrana
Menjelang arus mudik Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang–Gilimanuk menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan di lintasan Selat Bali.
Jalur yang menghubungkan Jawa dan Bali ini setiap tahun menjadi salah satu titik terpadat saat musim mudik Idulfitri.
Manager Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didik Juliansyah, mengatakan fokus utama tahun ini adalah mengurangi kepadatan antrean, memperlancar arus kendaraan dan penumpang, serta menjaga keselamatan operasional selama periode puncak.
“Fokus kami pada kelancaran layanan dan keselamatan. Kami menyiapkan tambahan armada dan pengaturan sistem layanan tiket agar tidak terjadi penumpukan kendaraan,” ujarnya.
Sebanyak 25 kapal disiapkan untuk melayani arus mudik di lintasan Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk. Seluruh armada telah melalui pengecekan kelayakan, mulai dari sistem keselamatan pelayaran, kondisi mesin, hingga kapasitas angkut penumpang dan kendaraan.
Optimalisasi pola sandar kapal juga akan diterapkan untuk mempercepat rotasi layanan, sehingga waktu tunggu dapat ditekan, terutama saat jam-jam padat.
Di sisi layanan darat, ASDP menambah empat loket khusus kendaraan roda empat dan dua loket untuk sepeda motor. Operasional tambahan di jalur tiket diberlakukan untuk mempercepat transaksi dan meminimalkan antrean.
Penataan lintasan kendaraan di area tunggu juga menjadi perhatian, guna mencegah penumpukan yang bisa berdampak pada arus keluar-masuk kapal. Fasilitas penumpang seperti selter ruang tunggu turut diperbaiki demi meningkatkan kenyamanan pemudik.
“Kami menghimbau masyarakat untuk merencanakan waktu perjalanan dari jauh hari, menyeberang lebih awal untuk menghindari penumpukan. Semua persiapan sudah kami maksimalkan agar mudik berjalan lancar dan aman,” tambah Didik.
ASDP juga memperkuat peran petugas lapangan serta sistem pengumuman untuk memastikan pemudik mendapatkan informasi terkini terkait jadwal keberangkatan, estimasi waktu tunggu, dan kebijakan operasional lainnya.
Lintasan Ketapang–Gilimanuk dikenal sebagai salah satu jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia, terutama saat periode mudik dan arus balik. Tren tahun-tahun sebelumnya menunjukkan lonjakan signifikan kendaraan pribadi, bus antarkota, hingga sepeda motor menuju Bali maupun sebaliknya.
Karena itu, pengelolaan arus kendaraan dan kesiapan armada menjadi faktor krusial agar antrean tidak meluas hingga ke luar area pelabuhan.
ASDP menyatakan akan terus memantau perkembangan arus mudik dan siap melakukan penyesuaian operasional sesuai kondisi lapangan. Targetnya, arus mudik Lebaran 2026 di Selat Bali dapat berlangsung lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan.
Editor: Redaksi TVRINews





