JAKARTA, DISWAY.ID-- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merevitalisasi Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Sarinah di Jakarta Pusat.
JPO pertama di Jakarta yang dibangun pada tahun 1968 tersebut sebelumnya dibongkar oleh Anies Baswedan semasa menjabat sebagai Gubernur Jakarta pada 2022, silam.
BACA JUGA:Permata Bank Syariah Perkuat Komitmen 'Syariah untuk Semua' di HijrahFest Ramadan 2026
BACA JUGA:PT TUN Batalkan Putusan PTUN, Gugatan Indobuildco atas Blok 15 GBK Kandas!
Pramono mengatakan, JPO yang terhubung dengan Halte Transjakarta MH. Thamrin ini sebagai upaya menyediakan fasilitas penyebrangan yang aman dan nyaman bagi kaum disabilitas.
JPO Sarinah yang dirancang ramah disabilitas ini dilengkapi dua lift yang berada di sisi barat dan timur.
"JPO ini adalah JPO yang pertama kali dimiliki oleh Jakarta, tepatnya diresmikan oleh Bapak Ali Sadikin tanggal 21 April tahun 1968. Tentunya ini bersejarah dan hari ini kita melakukan revitalisasi agar JPO ini menjadi ramah terhadap disabilitas," kata Pramono di lokasi.
Pramono menegaskan, meski terdapat JPO, pihaknya tidak akan menghapus pelican crossing atau jalur penyebrangan pejalan kaki yang ada di perempatan Sarinah.
BACA JUGA:IHSG Kembali Tersungkur, Bursa Saham Ditutup Melemah 2,66 Persen di Awal Pekan
BACA JUGA:Dicibir Cuma Lulusan Paket C, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Disupport Aktivis 98 Pendiri Omah Dongeng Marwah
Pelican crossing Sarinah ini tetap dioperasikan untuk memfasilitasi masyarakat yang gemar berjalan kaki.
"Masyarakat yang suka berjalan akan punya pilihan untuk menyeberang, tetapi bagi yang berkebutuhan khusus atau disabilitas bisa memanfaatkan ini dan sebagainya," ujarnya:
Selain itu Pramono juga akan memperlebar trotoar di sekitar JPO Sarinah.
Pasalnya saat ini trotar di Jalan MH. Thamrin samping Anjungan Sarinah aksesnya tertutup oleh bangunan lift JPO tersebut.
Di tempat yang sama, Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan, pengerjaan pelebaran trotoar akan dimulai pada bulan Mei 2026.
- 1
- 2
- »





