Pasutri di Kompleks Prima Lingkar Asri, Blok B4/14 Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi menjadi korban percobaan pembunuhan. Sang suami, EU (65) tewas. Sementara istrinya, P (60) kritis. Menurut polisi, di rumah korban tak ada CCTV.
"Kebetulan di rumah korban tidak ada CCTV," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, Senin, 2 Maret 2026.
Andi menyampaikan, berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tersangka masuk melalui jendela.
"Untuk tersangka, kami cek tadi (diduga) pelaku ke TKP masuknya lewat jendela. Jadi jendela dirusak (dicongkel) di pojok sana," ucap dia.
Sebelum merusak jendela, tersangka diduga masuk melalui kebun kosong dengan melompat tembok pembatas kompleks perumahan tersebut.
Kebun kosong itu persis berada di pinggir akses Jalan Raya Kalimalang yang kerap dilintasi kendaraan.
Setelah melompat dari kebun kosong, diduga pelaku memanjat tembok pagar rumah korban sebelum akhirnya merusak jendela kamar.
Untuk itu, kesimpulan awal, pelaku tidak masuk melalui pintu atau gerbang utama kompleks perumahan tersebut melainkan memanjat tembok pembatas kompleks perumahan yang berada di belakang.
"Untuk dugaan sementara, pelaku memanjat (tembok) yang bisa dilihat di situ ada bekas kaki, jadi memanjat dari kemungkinan besar tembok di belakang. Kemudian langsung memanjat ke pintu pagar korban yang di depan sana (lahan kosong)," tuturnya.
Korban, suami berinisial EU, ditemukan tewas di atas tempat tidur. Sementara istrinya, P, dalam kondisi kritis tergeletak di dalam kamar pada Senin pagi, 2 Maret 2026.
Keduanya mengalami luka parah pada bagian belakang kepala akibat hantaman benda tumpul.
Andi menyebut, dalam kejadian ini sejumlah barang berharga turut hilang, yakni gelang emas dan dua kunci mobil.
"Barang yang hilang untuk saat ini gelang (emas), masih kami data juga gelang, (dua) kunci mobil. Hasil lain masih kami dalam pendataan," ucap dia.
Terkait dugaan kasus perampokan, Andi belum dapat berspekulasi. Saat ini penyidik Polres Metro Bekasi Kota dan Polda Metro Jaya masih mendalami penyelidikan.
"Masih dalam lidik ya. Kami belum bisa menyimpulkan saat ini, masih dalam proses penyelidikan," tutur Andi.





