FAJAR, TAKALAR – Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady meresmikan Program Sanitasi Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK) di Pondok Pesantren Ar Rayyan, Takalar, Senin, 2 Maret.
Program ini merupakan aspirasi Hamka B Kady di DPR yang direalisasikan Kementerian PUPR, untuk meningkatkan infrastruktur MCK, tempat wudhu, tempat cuci, dan sistem air limbah yang layak di pondok pesantren/asrama.
Hamka menjelaskan, program ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat khususnya bagi para santri yang menempuh pendidikan dengan menyediakan air bersih, dan menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, nyaman, dan bermartabat.
“Program Sanitasi LPK menyasar Pondok Pesantren, asrama keagamaan, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya yang membutuhkan perbaikan sarana sanitasi,” ujarnya.
Lebih lanjut Hamka menyampaikan, program ini merupakan bagian dari komitmennya sebagai wakil rakyat dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan. Khususnya pada sektor air bersih dan sanitasi.
“Kami bersyukur dan berharap dengan terealisasinya MCK ini dapat memastikan lingkungan belajar di pondok menjadi tempat yang higienis, sehingga mendukung proses belajar mengajar dengan lebih baik,” lanjutnya.
Para santri dan pengasuh Ponpes Ar Rayyan menyambut positif peresmian sanitasi tersebut. Mereka berharap program serupa dapat terus berlanjut sehingga kualitas lingkungan dan kesehatan warga semakin meningkat.
Di hari yang sama, Hamka B Kady juga meresmikan Program Sanimas (Sanitasi Berbasis Masyarakat) di Desa Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar.
Sebanyak 28 unit MCK telah selesai terbangun yang berfokus pada peningkatan akses sanitasi aman dan penurunan stunting melalui pembangunan bilik kamar mandi dan tangki septik.
Program ini dilaksanakan secara swakelola oleh Kelompok Masyarakat (KMP), dengan pendekatan partisipatif untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Program aspirasi ini tujuan utamanya untuk nengurangi kebiasaan buang air besar sembarangan dan meningkatkan akses sanitasi layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” jelas Hamka.
Target utama infrastruktur ini menyasar desa dengan prevalensi stunting tinggi, masyarakat berpenghasilan rendah, serta kawasan padat penduduk.
Program ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bersih, sekaligus mendukung target nasional untuk mencapai sanitasi yang layak dan berkelanjutan. (wid)





