Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Pemerintah Indonesia bergerak cepat merespons eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Istana Kepresidenan Jakarta guna memastikan stabilitas energi nasional tetap terjaga.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melaporkan secara langsung kondisi terkini pasokan minyak mentah dunia kepada Presiden. Menurut Bahlil, penutupan jalur maritim strategis tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena pengaruhnya yang sangat besar terhadap distribusi minyak global.
Meski situasi di Timur Tengah memanas akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, Menteri Bahlil mengimbau masyarakat agar tidak khawatir akan terjadinya kelangkaan bahan bakar di dalam negeri.
"Masih cukup dalam kurun waktu 20 hari ke depan. Pemerintah terus memantau cadangan BBM nasional agar tidak terjadi kelangkaan di tengah masyarakat," ujar Bahlil pada Senin, 2 Maret 2026.
Pemerintah berkomitmen untuk menjaga ketahanan energi nasional tetap stabil meskipun jalur pasokan utama di Timur Tengah mengalami gangguan akibat peperangan. Menurutnya, stok BBM yang berada di atas 20 hari tersebut masuk dalam kategori aman. Kendati demikian, pemerintah tengah menghitung dampak serta upaya antisipasi jika terjadi kenaikan harga ataupun hambatan pasokan.
Bahlil menjelaskan bahwa pada hari ini dirinya memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi terkini geopolitik, khususnya menyangkut dampak penutupan Selat Hormuz terhadap sektor energi.
"Karena ini kita antisipasi tentang pasokan minyak dunia, karena bagaimanapun kita masih melakukan impor 1 juta barel per day," kata Bahlil.
Sebagai langkah lanjutan, Menteri Bahlil menyatakan akan segera menggelar rapat koordinasi dengan Dewan Energi Nasional (DEN). Pertemuan tersebut bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis dan antisipatif guna menghadapi dampak jangka panjang dari konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Pemerintah menegaskan akan terus berada dalam posisi siaga untuk melindungi kepentingan nasional serta memastikan ketersediaan energi bagi seluruh rakyat Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Editor: Redaksi TVRINews





