Kekalahan dari Sumsel United Pastikan Sriwijaya FC Turun ke Liga 3

eranasional.com
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Perjalanan panjang dan penuh sejarah yang pernah ditorehkan Sriwijaya FC kini memasuki babak paling getir. Klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu dipastikan menjadi tim pertama yang terdegradasi ke Liga 3 musim ini setelah hasil buruk terus menghantui mereka sepanjang kompetisi Championship.

Kepastian tersebut didapat usai Sriwijaya FC menelan kekalahan telak 0-3 dari Sumsel United dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu (28/2) malam. Hasil itu semakin menegaskan betapa beratnya musim yang dijalani Laskar Wong Kito. Hingga pekan ke-21, mereka sudah menelan 19 kekalahan dan hanya mampu mengumpulkan dua poin, membuat posisi mereka terkunci di dasar klasemen Grup 1.

Dengan enam pertandingan tersisa, secara matematis Sriwijaya FC sudah tidak mungkin lagi keluar dari zona degradasi. Selisih poin yang terlalu jauh dari para pesaing membuat peluang bertahan di Championship tertutup rapat. Kondisi ini menjadi pukulan telak bagi klub yang pernah disegani di pentas nasional maupun Asia tersebut.

Pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, mengakui situasi yang dihadapi timnya sangat berat sejak awal. Namun ia tetap menilai ada perkembangan positif dalam permainan anak asuhnya, terutama sejak dirinya ditunjuk menangani tim pada putaran ketiga kompetisi.

“Kalau melihat prosesnya, tim ini menunjukkan progres. Kami memang datang dalam kondisi sulit, tapi para pemain tetap berusaha tampil kompetitif di setiap pertandingan,” ujar Iwan.

Ia menjelaskan bahwa skuad yang dibentuk pada putaran ketiga sebagian besar diisi pemain muda yang sebelumnya berkompetisi di Liga 3 Nusantara. Dengan komposisi tersebut, Sriwijaya FC praktis harus beradaptasi cepat menghadapi kerasnya persaingan Championship yang dihuni tim-tim berpengalaman.

Menurut Iwan, keterbatasan materi pemain dan kondisi internal klub yang belum sepenuhnya stabil menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi semangat juang yang diperlihatkan para pemain muda seperti Gardhika Arya dan rekan-rekannya.

“Mereka bermain tanpa rasa takut. Secara mental justru semakin kuat. Saya bangga dengan sikap dan determinasi mereka di lapangan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun degradasi sudah dipastikan, Sriwijaya FC tidak akan menyerah begitu saja dalam enam laga sisa. Baginya, menjaga kehormatan dan nama besar klub adalah hal yang tetap harus diperjuangkan.

“Kami ingin menyelesaikan musim ini dengan sikap kesatria. Tidak ada istilah mengalah. Kami tetap akan tampil maksimal sampai pertandingan terakhir,” tegas mantan pelatih Persibo Bojonegoro itu.

Degradasi ini tentu menjadi ironi besar jika menilik sejarah gemilang Sriwijaya FC. Klub ini lahir dari akuisisi Persijatim Solo FC oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada 2004 di era Gubernur Syahrial Oesman. Dalam waktu relatif singkat, Sriwijaya FC menjelma menjadi kekuatan baru yang disegani di sepak bola nasional.

Puncak kejayaan mereka terjadi pada 2007 saat sukses meraih gelar ganda, yakni juara Liga Indonesia dan Copa Indonesia dalam satu musim. Prestasi tersebut menempatkan Sriwijaya FC sebagai salah satu klub paling dominan di Indonesia kala itu. Tidak berhenti di situ, mereka kembali mengangkat trofi Indonesia Super League (ISL) pada 2012, mempertegas status sebagai klub elite.

Di level Asia, Sriwijaya FC juga rutin tampil di AFC Cup pada periode 2008 hingga 2011. Partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa mereka bukan sekadar jago kandang, tetapi juga mampu bersaing di kompetisi regional.

Namun memasuki periode 2013 hingga 2018, performa Sriwijaya FC mulai mengalami penurunan. Masalah finansial disebut menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi stabilitas tim. Pergantian manajemen, kendala pembayaran, hingga eksodus pemain berpengaruh membuat fondasi klub perlahan melemah.

Situasi tersebut akhirnya berujung pada degradasi ke Liga 2 pada 2019. Harapan untuk kembali ke kasta tertinggi tak pernah benar-benar terwujud. Alih-alih promosi, Sriwijaya FC justru semakin terpuruk hingga akhirnya harus menerima kenyataan turun lagi ke Liga 3 pada musim 2026.

Bagi suporter setia Laskar Wong Kito, kondisi ini tentu menyakitkan. Klub yang dulu menjadi simbol kebanggaan Sumatera Selatan kini harus memulai kembali dari kompetisi level bawah. Namun banyak pihak menilai, degradasi ini bisa menjadi momentum evaluasi total, baik dari sisi manajemen, pembinaan pemain muda, hingga tata kelola keuangan.

Sejumlah pengamat sepak bola nasional menilai kebangkitan Sriwijaya FC masih sangat mungkin terjadi jika ada komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Infrastruktur stadion yang memadai dan basis suporter yang loyal menjadi modal penting untuk membangun kembali kejayaan klub.

Iwan Setiawan pun berharap degradasi ini bukan akhir dari segalanya. Ia optimistis, dengan pembenahan yang tepat dan dukungan semua pihak, Sriwijaya FC dapat bangkit dan kembali bersaing di level yang lebih tinggi.

“Ini tim besar dengan sejarah panjang. Saya yakin, kalau semua bersatu dan berbenah, Sriwijaya FC bisa kembali,” ujarnya penuh harap.

Kini, fokus Sriwijaya FC adalah menuntaskan enam pertandingan tersisa dengan penuh tanggung jawab. Meski status degradasi sudah tak terhindarkan, semangat untuk menjaga harga diri tetap menjadi pegangan. Dari situ, mungkin saja perjalanan baru akan dimulai—sebuah upaya bangkit dari keterpurukan untuk mengembalikan nama besar Sriwijaya FC di panggung sepak bola Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klarifikasi Agnez Mo soal kabar dirinya terjebak situasi tegang di Dubai
• 17 jam lalubrilio.net
thumb
Pemprov Sumut Buka Mudik Gratis Idulfitri 2026, Daftar di Sini!
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Kemala Run 2026 Ajang Olahraga Dunia untuk Kemanusiaan
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Kok Bisa, Usai Cetak Clean Sheet Maarten Paes Malah Dihujani Kritik Legenda Ajax: Apa yang Salah?
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Menlu Iran Tegaskan Tak Sedang Berperang dengan Negara-Negara Timur Tengah tapi AS
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.