TEHERAN, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menegaskan pihaknya tidak sedang berperang dengan negara-negara tetangganya di Teluk Persia.
Araghchi menyebut Iran sebatas berperang dengan Amerika Serikat (AS) yang menyerang lebih dulu pada Sabtu (28/2/2026).
Hal tersebut disampaikan Araghchi usai Iran menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Timur Tengah antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Oman.
"Kami tidak menyerang tetangga kami, kami menyerang pangkalan militer AS. Tentara AS yang kabur ke hotel-hotel tetap akan menjadi target," kata Araghchi, seperti dilansir Al Jazeera, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: Atlet Timur Tengah Tertahan di Indonesia karena Konflik AS-Israel dengan Iran, Ini Yang Terjadi
Menlu Iran pun meminta negara-negara Timur Tengah untuk "menekan AS" sehubungan konflik di kawasan tersebut.
Araghchi menilai AS telah "mengkhianati diplomasi" dengan meluncurkan operasi serangan udara bersama Israel saat negosiasi untuk mencegah konfrontasi militer tengah berlangsung.
Lebih lanjut, Araghchi menyatakan pangkalan militer AS di negara-negara Teluk tetap akan menjadi target yang sah.
Militer Iran dilaporkan berulang kali melancarkan serangan balasan ke Israel dan pangkalan militer AS di negara-negara Teluk usai Pemimpin Tertingi Iran Ayatullah Ali Khamenei terbunuh dalam serangan udara pada Sabtu lalu.
Negara-negara Teluk pun mengecam serangan balasan Iran yang menargetkan pangkalan militer AS di wilayah mereka.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Al Jazeera
- perang as iran
- menlu iran
- Abbas Araghchi
- negara-negara timur tengah
- iran serang pangkalan militer as
- Iran





