Nilai Tukar Petani Sulsel Anjlok di Tengah Situasi Inflasi Tinggi

celebesmedia.id
2 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Nilai tukar Petani (NTP) Gabungan Provinsi Sulawesi Selatan bulan Februari 2026 sebesar 116,86 atau turun 1,07 persen dibandingkan NTP Januari 2026 sebesar 118,12.

Sementara Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) bulan Februari 2026 sebesar 122,83 atau turun 0,61 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kondisi daya beli petani yang menurun itu terjadi dalam situasi inflasi yang tinggi. Pada Februari 

Inflasi tinggi "membakar" perekonomian Sulawesi Selatan, hingga 1,04 persen secara bulanan (month to month).

Dengan demikian, menurut data yang dirilis BPS Sulsel, Senin (2/3/2016), inflasi tahun berjalan dari Januari sampai Februari 2026 yang disebut year to date, telah melejit ke angka 1,51 persen dalam dua bulan. 

Kondisi itu membuat inflasi tahunan atau year on year Sulsel pada Februari 2026 terhadap Februari 2025, sebesar 6,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,93.

Padahal Bank Indonesia mematok target inflasi nasional tahun 2026 ini hanya 2,5 plus minus satu persen.

NTP merupakan perhitungan Indeks Harga yang diterima Petani dari usaha pertanian dikurangi Indeks Harga yang Dibayar Petani dalam proses produksi. Sementara inflasi diukur sari kenaikan Indeks Harga Konsumen dalam rentang waktu tertentu dibanding sebelumnya.

NTP Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 111,88; Subsektor Tanaman Hortikultura (NTPH) sebesar 115,65; Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 134,54; Subsektor Peternakan (NTPT) sebesar 110,36 dan Subsektor Perikanan (NTNP) sebesar 119,59.

Pada bulan Februari 2026, dari lima subsektor pertanian, dua subsektor mengalami penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) dibanding bulan sebelumnya, yaitu Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 5,60 persen dan Subsektor Peternakan sebesar 0,07 persen. 

Adapun subsektor yang mengalami kenaikan NTP yaitu Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,01 persen; Subsektor Tanaman Hortikultura sebesar 3,76 persen; dan Subsektor Perikanan sebesar 1,09 persen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI Super League: Laga Kontra Persis Jadi Partai Terburuk Sejak Marcos Reina Tangani Persik
• 9 jam lalubola.com
thumb
Protes Kematian Khamenei di Pakistan Menelan Korban
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Selat Hormuz Ditutup: Bagaimana Prospek Saham Pelayaran SMDR, BULL, hingga HUMI?
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Penting! Buntut Konflik AS-Iran Penerbangan Umrah Indonesia Terancam Tertunda, Begini Penjelasan Kemenhaj
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Inflasi Pangan Picu Lonjakan Harga Februari
• 12 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.