Protes Kematian Khamenei di Pakistan Menelan Korban

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews-Islamabad

Setidaknya 20 orang tewas saat demonstrasi antiklimaks di berbagai kota berujung bentrokan berdarah.

Gelombang protes besar-besaran melanda Pakistan pada hari Minggu  1 Maret 2026, menyusul konfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara terkoordinasi oleh Amerika Serikat dan Israel di Teheran. 

Demonstrasi yang semula dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas tersebut berubah menjadi kekacauan nasional yang menewaskan sedikitnya 20 orang.

Laporan dari berbagai otoritas kesehatan mengonfirmasi bahwa korban jiwa tersebar di beberapa titik krusial: 

10 orang di Karachi, delapan di Skardu, dan dua di ibu kota, Islamabad. Ketegangan meningkat saat aparat keamanan berusaha menghalau massa yang mencoba menembus zona diplomatik menggunakan gas air mata dan peluru karet.

Eskalasi di Ibu Kota

Di Islamabad, ribuan pengunjuk rasa berkumpul di dekat Red Zone, wilayah dengan pengamanan ketat yang menampung gedung parlemen dan kedutaan asing. 

Massa membawa poster wajah Khamenei sambil menyuarakan kecaman terhadap keterlibatan AS dalam serangan tersebut.

Syed Nayab Zehra (28), salah satu peserta aksi, menyatakan bahwa kehadirannya adalah bentuk dukungan moral bagi rakyat Iran. 

"Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa komunitas kami tidak bisa dipandang sebelah mata. Kami berdiri bersama mereka meskipun kebijakan pemerintah mungkin berbeda," ujarnya kepada koresponden di lapangan.

Meskipun organisasi politik seperti Majlis Wahdat-e-Muslimeen (MWM) mengklaim telah berkoordinasi dengan otoritas untuk menjaga perdamaian, situasi tetap memanas. Ali Nawab, perwakilan dari MWM, menyebut adanya provokasi dari pihak-pihak tertentu yang memicu bentrokan dengan aparat.

Tragedi di Karachi dan Wilayah Utara

Titik paling mematikan terjadi di Karachi. Massa dilaporkan mencoba menyerbu konsulat AS di Mai Kolachi Road. Beberapa pengunjuk rasa sempat memanjat gerbang luar dan merusak fasilitas gedung sebelum akhirnya dipukul mundur oleh petugas.

Dr. Summaiya Syed, seorang ahli bedah kepolisian, mengonfirmasi 10 kematian dan 60 luka-luka akibat insiden tersebut. Kepala Menteri Provinsi Sindh, Murad Ali Shah, menyesalkan kejadian ini dan menyerukan penyelidikan menyeluruh. 

"Di saat negara menghadapi situasi yang menyerupai kondisi perang, sabotase terhadap ketertiban umum sangatlah tidak tepat," tegasnya.

Sementara itu, di wilayah utara Skardu, delapan orang tewas setelah pengunjuk rasa membakar kantor Kelompok Pengamat Militer PBB (UNMOGIP). Otoritas setempat kini memberlakukan jam malam selama tiga hari untuk meredam kerusuhan lebih lanjut.

Respons Pemerintah Pakistan

Pemerintah Pakistan secara resmi telah mengutuk serangan militer terhadap Iran yang menewaskan Khamenei, namun di sisi lain juga mengkritik serangan balasan Iran ke wilayah Teluk.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan duka citanya melalui pernyataan resmi. "Pakistan menyatakan keprihatinan atas pelanggaran norma hukum internasional. 

Merupakan konvensi lama bahwa Kepala Negara tidak boleh menjadi target serangan," tulis Sharif dalam akun media sosialnya.

Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak main hakim sendiri. 

Ia menegaskan bahwa pemerintah memahami kesedihan warga, namun hukum harus tetap dihormati guna menghindari kerugian yang lebih besar.

Kedutaan Besar AS di Islamabad menyatakan tengah memantau situasi di fasilitas diplomatik mereka di Karachi, Lahore, dan Islamabad, serta menginstruksikan warga negaranya untuk menghindari kerumunan besar.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Datangi Pesantren Al Falah Ploso, Kaesang Didoakan Oleh KH Nurul Huda
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Legislator DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth Soroti Pembangunan Lapangan Padel di Permukiman dan Minta Perizinan Transparan
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Pramono ajak warga DKI habiskan libur lebaran di Jakarta
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
TB Hasanuddin: Usai Masuk BoP, Mampukah Indonesia Diterima Iran sebagai Fasilitator?
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Kapolri: 161 Ribu Personel Gabungan Diterjunkan, Pastikan Arus Mudik dan Balik Lebaran Aman
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.