Serangan di Tengah Perundingan Nuklir, Iran Pertanyakan Komitmen AS-Israel

bisnis.com
22 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan serangan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran di tengah proses negosiasi nuklir tidak langsung menjadi bukti tidak adanya jaminan komitmen dari kedua pihak tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Boroujerdi dalam konferensi pers di Kediaman Duta Besar Republik Islam Iran, Jl. Madiun No. 1, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026), saat menjawab pertanyaan mengenai sikap Iran setelah menunjukkan gestur signifikan dalam perundingan yang dimediasi Oman.

Boroujerdi menegaskan, insiden serangan saat proses diplomasi berlangsung bukan kali pertama dialami Iran.

“Ini bukan pertama kali bagi kami di mana di saat kami berada di tengah sebuah negosiasi, serangan terjadi terhadap negara kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa sebelumnya telah berlangsung lima putaran negosiasi dengan Amerika Serikat dan Iran tengah menantikan putaran keenam ketika serangan terjadi.

“Sebelumnya, lima kali atau lima putaran negosiasi telah kami lakukan dengan pihak Amerika Serikat dan sedang menantikan putaran keenam, tetapi di tengah negosiasi mereka melakukan penyerangan terhadap Iran,” katanya.

Menurutnya, dalam perundingan terbaru yang difasilitasi Oman, kedua pihak bahkan disebut telah mencapai indikasi kesepahaman awal.

“Dua kali kami sudah melakukan negosiasi dan seperti yang disampaikan oleh pihak Oman bahwa ada indikasi kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran di tengah-tengah negosiasi yang sedang berlangsung dimediasi oleh pihak Oman. Tetapi lagi-lagi, di tengah negosiasi, AS bersama rezim Zionis menyerang negara kami,” ujarnya.

Tuduhan Provokasi Israel

Boroujerdi menuding Israel melakukan provokasi terhadap Amerika Serikat setiap kali proses diplomasi mendekati titik temu.

“Kelihatannya APBN dari Amerika Serikat, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat Amerika, dan serdadu Amerika Serikat sedang disandera oleh rezim Zionis Israel,” katanya.

Dia menilai setiap kali negosiasi menuju kesepakatan, Israel melakukan langkah yang mendorong eskalasi militer.

“Ketika sebuah negosiasi ingin mencapai titik kesepakatan, rezim Zionis melakukan provokasi terhadap Amerika dan menyerang Iran,” tegasnya.

Klaim Hilangnya Kepercayaan

Boroujerdi menyatakan Iran kini tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap komitmen Amerika Serikat maupun Israel dalam proses diplomasi.

“Kami sudah tidak percaya kepada Amerika Serikat dan Zionis Israel dikarenakan tidak ada jaminan bahwa di tengah negosiasi tidak terjadi perang dan mereka tidak menyerang Iran kembali,” tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dramatis! Polisi Kejar-kejaran Tangkap Begal Sadis di Lampung Timur
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Pimpinan Ponpes di Lombok Ditahan, Diduga Perkosa Sejumlah Santriwati
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Washington Serukan Warga AS Segera Tinggalkan Timur Tengah
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hizbullah Serang Tiga Pangkalan Militer Israel
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Minuman Surga Disebut dalam Al Quran, Ternyata Ada di Indonesia
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.