Bisnis.com, JAKARTA - Derbi London antara Arsenal kontra Chelsea akhir pekan lalu berakhir dengan skor 2-1, diwarnai bumbu unik: semua gol berasal dari sepak pojok alias korner.
Tuan rumah mengawali gol dari tendangan sudut Bukayo Saka di menit ke-20 ke tiang jauh. Bek raksasa Gabriel menyambut bola dengan tandukan apik mengarah ke tengah, lantas disambut lagi oleh tandemnya, William Saliba.
Chelsea membalas di menit injury time jelang turun minum. Sepak pojok Reece James membentur kepala Hincapie dan masuk ke tiang jauh. Kiper David Raya hanya bisa diam tak berdaya, akhirnya terhitung gol bunuh diri buat Arsenal.
Terakhir, lagi-lagi dari sepak pojok, tapi kali ini dari Declan Rice, ditanduk oleh bek kanan Jurrien Timber pada menit ke-66.
Setelah 5 menit berselang, Chelsea harus bermain 10 pemain karena Pedro Neto terkena kartu merah karena menjegal pemain sayap dengan lari cepat yang kakinya masih segar karena baru masuk sebagai pengganti, Gabrial Martinelli.
Cole Palmer cs sebenarnya sempat membuat gol menit akhir oleh akrobat Joao Pedro yang muntah lalu dilanjutkan sontekan Liam Delap, sayangnya posisi Joao sudah terhitung offside duluan.
Baca Juga
- Update Klasemen Liga Inggris: MU Merangkak Ke-3 Besar, Arsenal Masih Tak Terkejar
- Prediksi Big Match Arsenal vs Chelsea, Head to Head dan Susunan Pemain
- Klasemen Liga Inggris 2025/2026: Arsenal Masih Aman Di Pucuk, MU Kembali Duduki 4 Besar
Lewat hasil laga lanjutan Premier League pekan ke-28 ini, Arsenal tercatat telah mencetak 16 gol dari sepak pojok di sepanjang musim.
Alhasil, Bukayo Saka cs telah menyamai rekor korner terbanyak sepanjang masa, yakni Oldham Athletic pada musim 1992/93, West Bromwich Albion musim 2016/17, dan rekor Arsenal sendiri musim 2023/24.
Manajer Arsenal Mikel Arteta menekankan jangan salah sangka dengan statistik jago korner Tim Gudang Peluru, sebab bukan berarti anak-anak asuhnya melempem buat mencetak gol open play.
Arteta pun membantah bahwa mengandalkan gol-gol dari bola mati adalah permainan jelek.
"Kami belum membuat gol dari bola mati selama beberapa minggu terakhir, dan kami mencetak banyak gol dari permainan terbuka. Hari ini ada peluang dari situasi seperti itu, jadi kami melakukannya dengan sangat baik, dan nyatanya kami juga kebobolan [dari korner]," tutupnya.
Menurutnya, semua permainan tetap indah kalau kedua tim sama-sama pantang menyerah, dan pertandingan berjalan dengan sangat ketat. Buktinya, Chelsea pun bikin gol dari korner.
Sekadar info, saat ini Premier League tengah berada dalam tren semakin tingginya peluang gol dari eksekusi bola mati. Baik dari korner, tendangan bebas, penalti, bahkan lemparan throw-in jauh pun berbuah gol.
Arsenal menjadi raja korner. Ikon tendangan bebas terutama gelandang serbaguna Liverpool, Dominik Szoboszlai dan bintang Manchester United, Bruno Fernandes. Sementara gol-gol dari lemparan jauh identik dengan Brentford dan Crystal Palace.





