Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman untuk 20 Hari

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Eskalasi konflik mematikan di Timur Tengah yang berujung pada penutupan Selat Hormuz langsung direspons cepat oleh pemerintah. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, ke Istana Kepresidenan Jakarta guna membahas langkah antisipasi pengamanan pasokan minyak nasional.

Langkah mitigasi strategis ini segera dipersiapkan mengingat posisi Indonesia yang masih cukup bergantung pada pasokan energi luar negeri. Pemerintah terus memantau dinamika global secara ketat karena Indonesia saat ini masih harus mengimpor minyak mentah hingga satu juta barel per harinya.

Stok BBM dan Subsidi Dipastikan Aman

Meski ancaman krisis rantai pasok energi membayangi dunia, Bahlil menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Ia memastikan cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri saat ini masih berada pada level yang aman.

"Masih cukup, cadangan BBM nasional kita masih aman untuk 20 hari ke depan," ungkap Bahlil usai pertemuannya di Istana.

Terkait kekhawatiran publik mengenai potensi jebolnya anggaran subsidi energi akibat imbas perang, Bahlil menyatakan bahwa hingga saat ini postur subsidi belum terdampak. Namun, ia tidak menampik kemungkinan adanya guncangan harga di pasar global jika ketegangan di kawasan tersebut tidak kunjung mereda.

"Sampai hari ini tidak ada masalah, tapi kan harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik terus memanas di Timur Tengah," jelasnya.

Rapat Bersama DEN dan Realisasi Impor AS

Guna merumuskan langkah alternatif yang matang dalam menghadapi ketidakpastian ini, Kementerian ESDM akan segera berkoordinasi dengan lintas lembaga. "Besok saya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN). Setelah itu, baru saya akan menyampaikan hasil analisa dan kajian komprehensif dari DEN," tambah Bahlil.

Di sisi lain, pemerintah ternyata telah mulai merealisasikan diversifikasi sumber impor energi, salah satunya dengan mendatangkan pasokan dari Amerika Serikat. Langkah ini diharapkan dapat menjadi bantalan tambahan bagi ketahanan energi nasional.

"Soal impor dari AS, kan sudah saya katakan bahwa setelah kesepakatan ditandatangani, baru kita melakukan tindak lanjutnya secara detail. Kita beri rentang waktu sekitar 60 hari. Dan sampai hari ini, sebagian pasokan sudah kita ambil dari AS, terutama untuk kebutuhan elpiji (LPG)," kata Bahlil.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cobolli kalahkan Tiafoe untuk rebut gelar juara ATP 500 Acapulco
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Dubes Iran Respons Niat Prabowo Jadi Juru Damai, Begini Katanya
• 8 jam lalusuara.com
thumb
3 Minggu Pasca Kebakaran Gudang Pestisida, Warga Sebut Sungai Cisadane Tak Lagi Berbau
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Irene Umar Tentang Kehadiran Malaka Books: Membaca adalah Cara Menempa Ketahanan Literasi Bangsa
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Naik Tipe C, RSUD Pongtiku Marante Toraja Utara Resmi Operasikan Layanan IGD dan Rawat Inap
• 12 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.