Cobolli kalahkan Tiafoe untuk rebut gelar juara ATP 500 Acapulco

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Flavio Cobolli meraih gelar ATP Tour pertamanya di lapangan keras dan gelar ketiganya secara keseluruhan pada Abierto Mexicano Telcel presentado por HSBC setelah mengalahkan Frances Tiafoe 7-6(4), 6-4.

Unggulan kelima di ajang ATP 500 Acapulco itu menunjukkan performa terbaiknya, melancarkan pukulan forehand dengan akurasi tinggi. Berkat kemenangannya itu, Cobolli naik ke peringkat tertinggi dalam kariernya, yaitu peringkat 15 dunia.

"Ketika saya masih kecil, saya memimpikan momen ini. Untuk turnamen seperti ini, bermain di lapangan utama dengan orang-orang yang bersorak untuk saya," kata Cobolli dikutip dari ATP, Senin.

Baca juga: Medvedev raih gelar ATP 500 Dubai tanpa berkeringat

"Saya sangat bangga, bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi juga untuk orang-orang yang bekerja untuk saya, ayah saya, keluarga saya, dan seluruh tim saya. Mereka akan banyak membantu saya."

Petenis berusia 23 tahun itu adalah petenis putra keempat yang lahir pada tahun 2000-an yang memenangi gelar ATP 500 di berbagai permukaan, bergabung dengan Carlos Alcaraz, Jannik Sinner, dan Arthur Fils.

Meskipun memasuki final tanpa catatan kemenangan melawan Tiafoe dalam dua pertemuan head to head sebelumnya, Cobolli tidak menunjukkan tanda-tanda keraguan.

Tak lama setelah kehilangan set point saat menerima servis pada kedudukan 5-4 di set pertama, ia tertinggal 1-3 di tie-break, tetapi memenangi enam dari tujuh poin terakhir untuk mendapatkan keunggulan satu set.

Tiafoe tidak mendapat kesempatan break hingga gim kedelapan set kedua, dan berhasil memanfaatkan kesempatan ketiganya di gim tersebut untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4.

Ini memberikan secercah harapan bagi Tiafoe, yang meraih beberapa kemenangan dramatis selama di Acapulco -- menyelamatkan dua match point untuk mengalahkan Aleksandar Kovacevic pada babak kedua.

Baca juga: Zverev tersingkir pada babak kedua ATP 500 Acapulco

Tiafoe juga membutuhkan upaya heroik di semifinal untuk mengalahkan Brandon Nakashima.

Namun, pertunjukan semacam itu tidak terjadi di final. Cobolli tetap tenang setelah kehilangan servis, mendapat break back dan berhasil menyelesaikan pertandingan setelah dua jam sembilan menit.

"Saya rasa saya pantas mendapatkannya atas kerja keras saya di luar lapangan," kata Cobolli.

"Setelah kekalahan, saya kembali bekerja keras di lapangan dan saya hanya ingin mengatakan bahwa saya sangat bangga pada diri saya sendiri."

"Ini adalah pertandingan yang hebat, saya rasa ini adalah yang terbaik di turnamen ini bagi saya. Saya belum pernah menang melawan Frances sebelumnya, jadi saya sangat senang," ujar petenis Italia itu.

Tahun lalu, Cobolli memenangi turnamen ATP 250 di Bucharest dan turnamen ATP 500 di Hamburg. Dia adalah juara Acapulco termuda sejak Dominic Thiem yang berusia 22 tahun pada 2016.

Baca juga: Alcaraz juara Qatar Open 2026


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nasehat Ayatollah Ali Khamenei ke Bocah Iran yang Ingin Mati Syahid
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Anwar Abbas Dorong Rusia dan China Bersatu Bela Iran Hadapi Agresi AS-Israel
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Benar-benar Ilmu Padi! Walau Inter Milan Unggul 13 Poin, Chivu Masih Enggan Bicara Scudetto dan Tegaskan Musim Belum Selesai
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
BI Tekan Risiko terhadap Rupiah seiring Ekskalasi Konflik di Timur Tengah, Simak Strateginya
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Ledakan Petasan Plosojenar Ponorogo 3 Orang Jadi Korban, Balon Udara dan Slonsong Mercon Diamankan
• 15 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.