Pantau - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas agar harga sembilan bahan pokok tidak boleh naik selama bulan Ramadhan hingga Lebaran.
Perintah tersebut diberikan untuk memastikan harga sembako tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat selama periode puasa sampai hari raya.
Prabowo juga menginstruksikan Zulhas untuk berkeliling dan turun langsung ke daerah-daerah guna memastikan ketersediaan pangan dalam kondisi aman serta harga tetap terkendali.
Instruksi Pengawasan Pangan dan SembakoZulhas menyampaikan, "Saya diperintah untuk keliling ya memastikan pangan, MBG (makan bergizi gratis), Kopdes (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih). Kemudian, pengolahan sampah berlangsung dengan baik dan tentu sembako (selama) puasa dan lebaran ini harus tersedia, terjangkau, dan harga tidak boleh naik,".
Ia menegaskan pentingnya pengawasan stok pangan secara ketat selama Ramadhan hingga Lebaran dengan menyatakan, "Ya kami memastikan bulan puasa (sampai) Lebaran ini harus stok pangan dimonitor secara ketat,".
Pemerintah menilai langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan bahan pokok yang kerap terjadi menjelang Lebaran.
Antisipasi Dampak Penutupan Selat HormuzSelain memanggil Zulhas, Presiden Prabowo juga memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia untuk membahas situasi energi terkait dinamika geopolitik di Timur Tengah.
Bahlil melaporkan kondisi terkini sektor energi setelah Angkatan Laut Iran menutup Selat Hormuz hingga batas waktu yang belum ditentukan sehingga berpotensi memengaruhi pasokan minyak dunia.
Ia menjelaskan dalam laporannya kepada Presiden, "(Laporan kepada Bapak Presiden, red.) mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz, Iran, karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia, karena bagaimana pun kita masih melakukan impor sebelum lebaran,".
Penutupan Selat Hormuz sebagai salah satu jalur strategis atau choke point vital di kawasan Asia Barat dinilai berdampak pada negara-negara pengimpor minyak termasuk Indonesia yang masih melakukan impor menjelang Lebaran.




