VIVA – Pemerintah Turki pada Senin, membantah laporan yang menyebutkan adanya dugaan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di negara itu oleh Iran. Ankara menegaskan bahwa tidak ada pangkalan militer asing di republik tersebut.
"Klaim yang tersebar di media sosial tentang 'pangkalan militer AS diserang di Turki' tidak benar. Tidak ada pangkalan militer di Turki yang dimiliki oleh negara mana pun," demikian pernyataan kantor Administrasi Kepresidenan Turki.
Pihaknya menekankan bahwa wilayah udara, darat, dan laut, serta fasilitas-fasilitas militer Turki, sepenuhnya berada di bawah kendali dan kedaulatan negara.
"Tidak ada serangan terhadap negara kami. Laporan yang dibuat untuk menggambarkan Turki sebagai pihak dalam konflik regional adalah upaya disinformasi terang-terangan," katanya.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, Sabtu, yang merupakan serangan kedua yang dilakukan oleh Israel dan AS setelah serangan pertama ke Iran pada Juni 2025.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukan Amerika meluncurkan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.
Bulan Sabit Merah Iran, Senin, menyatakan jumlah korban tewas akibat serangan udara AS dan Israel sejak 28 Februari meningkat menjadi 555 orang.
Dalam pernyataan yang dikutip Kantor Berita Fars, disebutkan bahwa serangan gabungan tersebut menargetkan 131 kawasan permukiman di seluruh Iran. Pernyataan itu mengonfirmasi 555 korban jiwa, namun tidak merinci jumlah korban luka.





