Pramono Minta BUMD Siaga Hadapi Gangguan Rantai Pasok Dunia

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menginstruksikan seluruh jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk bersiap menghadapi potensi krisis akibat eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Pramono menekankan pentingnya langkah antisipatif untuk mengamankan ketersediaan produk strategis di Ibu Kota demi menjaga stabilitas harga barang dan jasa.

“Saya menyampaikan kepada jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk kita selalu berpikir tentang krisis. Sehingga kalau ada kekurangan, misalnya produk-produk tertentu, kita harus mempersiapkan untuk itu,” ujar Pramono di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, dilansir Antara, Senin, 2 Maret 2026.
 

Baca Juga :

Pramono Resmikan JPO Sarinah, Kini Ramah Disabilitas dan Pejalan Kaki

Pramono menjelaskan bahwa Jakarta sangat rentan terdampak gangguan rantai pasok global (supply chain), terutama jika Selat Hormuz ditutup. Pasalnya, jalur perairan tersebut merupakan titik krusial yang dilewati lebih dari 30 persen pasokan minyak dunia serta berbagai komoditas ekspor-impor lainnya yang menjadi kebutuhan warga Jakarta.

“Karena pertama, supply chain-nya ini kan melalui Selat Hormuz yang di situ hampir 30 persen lebih minyak dunia itu selalu melewati selat ini, termasuk juga barang-barang yang lain. Maka kalau kemudian ini ditutup, pasti dampaknya menjadi semakin panjang, ongkos perjalanan untuk barang tersebut menjadi lebih mahal dan dampaknya kepada harga pasti akan terdampak,” jelas Pramono.


Ilustrasi. Foto: Freepik.com.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mulai melakukan intervensi pasar, salah satunya melalui impor sapi dari Australia guna menyeimbangkan harga daging menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pramono mengklaim sejauh ini skema tersebut efektif meredam gejolak harga di pasar-pasar tradisional Ibu Kota.

“Ini cara kita untuk supaya harga daging tidak mengalami kenaikan dan Alhamdulillah sampai hari ini tidak mengalami kenaikan,” imbuh Pramono.

Eks Sekretaris Kabinet itu memastikan pihaknya akan terus memantau dinamika geopolitik dunia secara intensif. Pemprov DKI berkomitmen menjaga suasana kondusif dan stabilitas ekonomi Jakarta agar masyarakat tetap tenang menjalankan ibadah di tengah ketidakpastian global yang melanda.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hadapi Tekanan Inflasi Medis, Prudential Sambut Aturan Repricing OJK
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Waspada! Temukan Uang di Jalan tapi Tidak Melapor-Kembalikan Bisa Kena Pidana
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Bahlil Pastikan Cadangan BBM Nasional Cukup untuk 20 Hari
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Saham MEDCO, BNBR dan BUMI Ramai Diburu Tatkala IHSG Kembali Anjlok 2,65%
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Produksi Batu Bara Dipangkas, Berpotensi Ganggu Pasokan Listrik Nasional
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.