Penulis: Frans Tamaela
TVRINews, Fakfak
Penerimaan retribusi komoditas pala di Kabupaten Fakfak pada Februari 2026 tercatat mencapai Rp98.970.000. Pendapatan tersebut bersumber dari layanan uji mutu dan pengiriman antar pulau, dengan total produksi mencapai 262,40 ton.
Produksi pala periode ini terdiri atas 208,40 ton biji pala kulit kering, 27 ton pala ketok, serta 27 ton fuli pala. Seluruhnya merupakan hasil panen musim pala matahari atau pala sela.
Pengiriman tercatat sebanyak 3.205 koli dengan tujuan Surabaya. Distribusi dilakukan menggunakan KM Vertikal melalui jasa ekspedisi Taswaraya, Agung Putra, dan Yasira Abadi. Sedikitnya enam pedagang grosir antar pulau terlibat aktif menyalurkan pala Fakfak ke pasar luar daerah.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menyampaikan bahwa volume produksi pada periode ini memang belum mengalami peningkatan signifikan karena mengikuti pola musim panen.
“Secara volume masih relatif statis karena mengikuti musim pala sela. Namun kualitas tetap terjaga, baik dari kadar air, tingkat kekeringan, kebersihan, maupun ukuran biji. Hal ini sangat berpengaruh terhadap berat bersih dan harga jual, sehingga nilai ekonominya tetap optimal,”ujar Widhi.
Ia menambahkan, pengawasan uji mutu akan terus diperkuat dengan mengacu pada kalender musim panen pala matahari. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga reputasi pala Fakfak di pasar luar daerah, mempertahankan stabilitas harga, serta memastikan pendapatan petani tetap terjaga meskipun produksi belum meningkat secara signifikan.
Editor: Redaksi TVRINews





