Jakarta: Perjalanan mudik Lebaran yang menempuh jarak jauh rentan memicu masalah kesehatan pada anak. Mulai dari infeksi saluran pernapasan (ISPA), demam tinggi, hingga gangguan pencernaan.
Orang tua diimbau untuk tidak meremehkan gejala fisik yang muncul selama di perjalanan dan diminta segera melakukan tindakan medis. Apabila menemukan tanda-tanda kegawatdaruratan pada buah hati mereka.
"Kalau dia gangguan pencernaan diare dan muntah yang sampai membuat dehidrasi itu juga tanda-tanda serius. Yang banyak terjadi pada anak-anak, kalau kita tidak memperhatikan, salah makan misalnya, kemudian muntah, mencret, kemudian dehidrasi, itu bisa jadi berbahaya," ujar dokter spesialis anak subspesialis respirologi, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A (K) kepada ANTARA, Senin, 2 Maret 2026.
Baca Juga :
Menag Siapkan 6.859 Masjid Ramah Pemudik untuk Jalur Mudik 2026Dr. Nastiti menjelaskan bahwa gejala seperti batuk parah yang disertai sesak napas atau demam tinggi dengan suhu di atas 39 derajat Celsius merupakan indikator kuat adanya masalah kesehatan serius. Selain faktor kelelahan, risiko penularan penyakit di area publik atau transportasi umum juga meningkat drastis selama musim mudik.
Sebagai langkah preventif, orang tua disarankan untuk memastikan asupan cairan anak terpenuhi guna menghindari dehidrasi serta menjaga kebersihan tangan secara konsisten. Penggunaan masker dan menjaga jarak dari orang yang menunjukkan gejala batuk atau pilek juga menjadi kunci perlindungan utama bagi anak-anak.
Ilustrasi. Foto: Freepik.com.
"Kita lengkapi atau kita lindungi tubuh kita dengan menggunakan masker dan perilaku hidup bersih sehat seperti mencuci tangan, nutrisi yang cukup, istirahat yang cukup. Dan jauhi yang sakit, gunakan masker jika ada yang sakit," ujar dr. Nastiti.
Selain menjaga daya tahan tubuh, manajemen perjalanan yang baik menjadi faktor penentu kesehatan anak. Orang tua diingatkan untuk membawa perbekalan obat-obatan pribadi yang biasa dikonsumsi anak, merencanakan waktu istirahat yang cukup, serta memilih waktu keberangkatan yang tepat demi menghindari kemacetan panjang yang dapat memicu stres fisik pada anak.




