Tak Hanya Kutuk Tingkah AS-Israel Karena Serang Iran, PBNU Harap Indonesia Manfaatkan Posisi di BoP

tvonenews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tak hanya mengutuk keras Amerika Serikat dan Israel karena serang Iran. Bahkan, PBNU harap pemerintah Indonesia bisa manfaatkan posisi di BoP.

Dalam hal ini, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menjelaskan, serangan AS dan Israel merupakan tindakan brutal yang berpotensi merusak tatanan internasional.

"Serangan AS dan Israel atas Iran adalah tindakan brutal yang kembali merusak tatanan internasional bahkan berpotensi memicu konflik global yang tidak terkendali serta menciptakan alasan bangkitnya kembali radikalisme dan ekstremisme. Saya mengutuk keras," beber Gus Yahya, Senin (2/3/2026).

Bahkan dia menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ali Khamenei akibat serangan tersebut. 

Dirinya mengajak seluruh umat Islam dan komunitas internasional untuk mendoakan bangsa Iran agar diberi ketegaran dan kekuatan dalam menghadapi situasi yang mencekam.

Meski begitu, Gus Yahya menyesalkan serangan Iran ke sejumlah titik yang diduga terkait kepentingan militer Amerika Serikat di berbagai negara. 

Menurutnya, hal tersebut dapat mendorong eskalasi konflik hingga semakin menyulitkan upaya resolusi. 

"Kita semua paham itu kemarahan dan menyasar titik-titik yang diduga menjadi tempat tentara Amerika, namun apa pun, serangan itu justru akan memperburuk situasi," kata Gus Yahya.

Menurutnya, langkah balasan tersebut berisiko mendorong eskalasi konflik yang semakin menyulitkan upaya resolusi damai.

PBNU menyerukan masyarakat internasional untuk berkonsolidasi menegakkan kembali konsensus tatanan global dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai perwujudan strukturalnya. 

Gus Yahya menekankan pentingnya PBB menjalankan fungsi efektif sebagai penjaga ketertiban dunia.

"Kami juga ⁠⁠mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam mengupayakan deeskalasi konflik menuju resolusi damai yang beradab dan bermartabat. Ini amanat konstitusi kita," katanya. 

⁠⁠Gus Yahya mengharapkan Pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan keberadaan dan posisinya dalam BoP untuk mendesak AS, Israel dan aktor-aktor lain yang terlibat untuk menghentikan kekerasan dan menempuh jalan damai. (aag)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Washington Serukan Warga AS Segera Tinggalkan Timur Tengah
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Airlangga Sebut Kebijakan PKWT dan Outsourcing Bakal Diatur di UU Tenaga Kerja
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Industri Nikel Terancam Kekurangan 100 Juta Ton Ore pada 2026, FINI Minta RKAB Direvisi
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Rikwanto Soroti Dugaan KDRT Ayah di Kasus Kematian Nizam
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Kerja di Apartemen Surabaya Barat, Satu Orang Meninggal
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.