Warga Ngadu ke Pramono, Keluhkan Halte dan Bus Belum Ramah Disabilitas

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita


JAKARTA, KOMPAS.com
- Seorang penyandang disabilitas bernama Catur mengeluhkan masih banyak halte dan bus di Jakarta yang sulit diakses oleh pengguna kursi roda.

Hal ini disampaikan Catur di hadapan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat mencoba Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Halte MH Thamrin di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

"Misalkan di sini ada beberapa halte, kalau nggak salah yang sudah ada itu 55 halte ya, 55 halte yang sudah aksesibel untuk teman-teman disabilitas, tapi sisanya itu masih ada yang belum,” kata Catur, Senin.

Awalnya Catur diajak Pramono mencoba JPO Halte MH Thamrin yang telah selesai direvitalisasi. Catur yang menggunakan kursi roda diminta menilai fasilitas yang kini sudah lebih ramah disabilitas.

Baca juga: Pramono Ingin Pamer Budaya Betawi ke Dunia Saat Kunjungan Presiden Kazakhstan Juni

Pramono kemudian meminta Catur menilai kondisi fasilitas umum dan transportasi di Jakarta sudah ramah disabilitas atau belum.

Dengan terbata-bata, awalnya Catur ragu untuk menyampaikan.

“Tidak apa-apa sampaikan saja,” kata Pramono.

Ia kemudian menilai masih banyak halte di Jakarta yang belum ramah disabilitas.

Selain itu, pria yang setiap hari naik transportasi umum ini juga menyoroti halte bus MiniTrans yang tingginya membuat pengguna kursi roda sulit naik.

“Tadi juga sempat saya memberikan masukan untuk yang MiniTrans itu kan haltenya masih tinggi-tinggi ya, busnya masih tinggi-tinggi,” kata dia.

Ia berharap masukan dari komunitas disabilitas bisa dipenuhi pemerintah.

“Kami, saya dan teman-teman di sana yang kebetulan ada 11 orang ya yang pengguna kursi roda itu kesulitan untuk menggunakan TransJakarta yang MiniTrans itu. Dan kami ketika menggunakan TransJakarta harus ke Pulo Gadung dulu, kemudian baru menggunakan bus yang BRT,” kata Catur.

“Mudah-mudahan nanti apa yang jadi masukan dari saya, dari komunitas kebutuhan dari teman-teman disabilitas bisa dipenuhi ya,” lanjut dia.

Baca juga: Pramono Ragu Gaji Nakes DKI Disebut Tak Naik Selama 10 Tahun: Masa Sih Enggak?

Sedangkan untuk fasilitas JPO Sarinah, Catur juga menekankan pentingnya lift di JPO agar selalu berfungsi.

“Harapan saya lift-nya jangan sampai mati. Gitu saja,” ungkap Catur.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menanggapi hal ini, Pramono langsng meminta pengelola yakni Transjakarta memastikan lift tidak rusak.

“Baik. Pak Dirut (Dirut Transjakarta Welfizon) lift-nya jangan sampai mati,” ucap Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kesehatan Mental Terganggu, Cara Delevingne Kurangi Scroll Media Sosial
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pemkot Jakarta Utara Verifikasi Peserta Mudik Gratis 2026, Kuota Capai 26.440 Penumpang
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Tes Kepribadian: Gambar yang Dilihat Ungkap Kesan Pertama Orang Terhadapmu
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
KAI Bandara Fasilitasi Penumpang Berbuka Puasa di Stasiun dan Dalam Kereta
• 1 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Panas! Ketua BEM UGM Sudah Tak Tahan Lagi Soal MBG: Sejak Awal Misinya Bukan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.