JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai terasa hingga ke Jakarta.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/3), untuk membahas kondisi energi nasional.
Pertemuan itu digelar menyusul memanasnya konflik di Iran dan isu penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.
"Menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya. Menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz, Iran," ujar Bahlil sebelum rapat terbatas (ratas) seperti dikutip Antara.
Dalam rapat tersebut, salah satu fokus pembahasan adalah strategi menjaga pasokan energi nasional.
Indonesia masih bergantung pada impor minyak, sementara konsumsi bahan bakar minyak (BBM) biasanya meningkat menjelang Lebaran.
Baca Juga: Dubes Iran: Musuh Zionis Tak Menghormati Bulan Suci Ramadan dan Membunuh Anak-Anak
Bahlil mengakui harga minyak mentah dunia, termasuk Brent, mulai bergerak naik seiring eskalasi konflik.
"Perlahan-lahan sebagian sudah ada perubahan harga naik," katanya.
Kenaikan harga ini menjadi perhatian serius, mengingat fluktuasi global bisa berdampak langsung pada struktur biaya energi di dalam negeri.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- bahlil lahadalia
- prabowo subianto
- selat hormuz
- harga minyak dunia
- konflik iran israel as
- ketahanan energi indonesia





