AS, VIVA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah tak hanya berdampak pada ranah politik dan militer, tetapi juga mengguncang dunia hiburan. Sejumlah selebriti papan atas Hollywood ramai-ramai menyuarakan kritik keras menyusul serangan militer besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran akhir pekan lalu.
Media sosial pun berubah menjadi panggung protes digital. Scroll untuk informasi selengkapnya, yuk!
Jack White
Vokalis Jack White menjadi salah satu yang paling vokal. Melalui Instagram, mantan frontman The White Stripes itu menyindir gaya kepemimpinan Presiden Donald Trump dengan nada satire yang tajam.
"Bukankah ini pemandangan yang luar biasa melihatnya mendeklarasikan perang terhadap sebuah negara sambil mengenakan topi truk bertuliskan 'AS'? Lihatlah sang pemimpin 'Dewan Perdamaian' kita," tulis White, dikutip Selasa 3 Maret 2026.
Ia bahkan menyinggung bahwa dampak perang tak akan dirasakan langsung oleh keluarga presiden.
"Venezuela, Greenland, Iran, atau Kuba, apa bedanya bagi mereka? Don Jr. dan Barron tidak perlu maju bertempur atau mati di sana, hanya anak-anak orang lain yang jadi korban. Jadi, silakan saja serang dan bom! Mungkin di masa jabatan ketiga nanti dia baru benar-benar mendapatkan Nobel Perdamaian," tambahnya dengan nada pedas.
Mark Ruffalo
Tak kalah kritis, aktor sekaligus aktivis Mark Ruffalo turut menyampaikan kegelisahannya lewat Threads. Ia menyoroti peran Jared Kushner dalam dinamika politik yang memanas.
"Dia memang dikirim ke sana untuk memastikan kita benar-benar terjun ke medan perang," tulis Ruffalo singkat.
John Cusack
Sementara itu, aktor senior John Cusack secara terang-terangan menuding konflik ini sebagai pengalihan isu.
"Trump sengaja memulai perang ini hanya untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus Epstein serta demi menuruti keinginan Netanyahu, sosok yang sudah melobi hal ini selama lebih dari 30 tahun. Apakah ini belum cukup?" tulis Cusack di platform X.
Carrie Coon
Komentar satir juga datang dari aktris Carrie Coon yang mengejek pembentukan komite hubungan internasional baru.
"'Departemen Perang.' Rupanya mereka benar-benar tidak main-main dengan nama itu," tulisnya.





