Dubes Iran Desak Anggota D-8 Kutuk Serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah Iran mendesak negara-negara anggota Developing-8 (D-8) untuk secara tegas mengutuk serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap wilayah Iran pada 28 Februari 2026. 

Desakan itu disampaikan langsung oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.

Dubes Boroujerdi menekankan bahwa tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8, sehingga forum tersebut diharapkan dapat “berdiri di sisi yang benar dari sejarah”.

“Tahun ini Republik Indonesia menyelenggarakan KTT D-8, dan kami ingin D-8 berdiri pada sisi yang benar dari sejarah dan memberikan kutukan yang serius terhadap penyerangan yang terjadi kepada negara kami,” ujar Dubes Boroujerdi.

Menurutnya, organisasi yang beranggotakan delapan negara berkembang tersebut perlu mengambil sikap yang kuat dan tidak ambigu atas apa yang disebutnya sebagai agresi.

“Kami ingin agar organisasi penting ini secara kuat dan tegas memberikan kutukan kepada penyerangan yang terjadi oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel terhadap negara kami,” tegas Dubes Boroujerdi.

Dubes Boroujerdi menyebut bahwa kutukan keras dan serius merupakan “langkah pertama” sebelum Iran mempertimbangkan langkah-langkah berikutnya.

“Kutukan yang keras dan serius adalah langkah pertama. Setelah kutukan disampaikan, kami baru bisa mengambil ke langkah berikutnya,” kata Dubes Boroujerdi.

Perang antara Iran dan aliansi AS-Israel pecah pada Sabtu, 28 Februari 2026, menyusul serangan udara besar-besaran ke jantung Kota Teheran.

Operasi militer gabungan tersebut secara langsung melumpuhkan struktur kekuasaan Iran dengan menewaskan sejumlah tokoh kunci, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. 

Sebagai respons, Iran dilaporkan meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta sejumlah negara Teluk, meningkatkan ketegangan regional secara signifikan.

Sementara itu, D-8 merupakan organisasi kerja sama ekonomi bagi negara-negara berkembang yang kini beranggotakan Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki, serta Azerbaijan yang baru saja resmi bergabung pada Desember 2024.

Sebagai Ketua D-8, Indonesia mengusung tema “Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity” guna memperkuat solidaritas negara-negara Global South di tengah dinamika geopolitik dan tantangan multilateralisme global. 

Semangat kerja sama ini diimplementasikan melalui penyelenggaraan KTT ke-12 D-8 di Jakarta pada April 2026, yang tidak hanya berfokus pada penguatan ekonomi melalui gelaran Business and Investment Forum serta Halal Expo untuk memperkokoh ekosistem halal, tetapi juga menjadi panggung diplomasi kemanusiaan. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Ditutup Turun 4 Poin ke Level Rp16.872
• 46 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Perang AI: Kecepatan Serangan Melampaui Logika Manusia
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Bupati Pekalongan Diamankan di Semarang, Diduga Terkait Kasus Pengadaan
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Pledoi Delpedro: Bela Pelajar Berujung Dituntut Dua Tahun Penjara
• 21 jam lalukompas.id
thumb
Kemendikdasmen Targetkan Pemulihan Pendidikan Pascabanjir dan Longsor di Tiga Provinsi Rampung dalam 3 Tahun
• 46 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.