Yang Sudah Diketahui Terkait Pembunuhan Pasutri di Bekasi

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Kasus pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) terjadi di Kompleks Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026).

Korban pria berinisial EU (65) ditemukan tewas di kamar tidurnya. Sementara istrinya, P (60), ditemukan dalam kondisi kritis dan kini dirawat di rumah sakit.

Anak Curiga Tak Dibangunkan Sahur

Peristiwa terungkap menjelang waktu imsak. Anak bungsu korban, D (25), curiga karena tidak kunjung dibangunkan sahur oleh orang tuanya.

Saat mencoba mengetuk kamar, ia hanya mendengar suara rintihan. Pintu kamar dalam kondisi terkunci dari dalam.

Karena panik, D meminta bantuan keluarga untuk mendobrak jendela kamar.

“Saat itulah kedua korban ditemukan dalam kondisi tergeletak,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal.

EU ditemukan tewas di atas kasur dengan mata lebam dan bercak darah. Sementara P tergeletak di lantai dalam kondisi kritis.

Keduanya mengalami luka parah di bagian belakang kepala yang diduga akibat hantaman benda tumpul.

Jenazah EU dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk visum dan autopsi. Sedangkan P dirawat di RS Mitra Keluarga Bekasi.

Polisi Periksa ART hingga Sekuriti

Penyidik dari Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota dan Polda Metro Jaya masih mendalami kasus ini.

Kanit Jatanras Polres Metro Bekasi Kota, AKP Imam Prakoso, mengatakan lima orang saksi telah diperiksa.

"Sementara masih 5 orang (saksi), masih diperiksa polsek (Pondok Gede)," ujarnya.

Saksi yang diperiksa antara lain asisten rumah tangga (ART), sekuriti kompleks, dan tetangga korban.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk kasur dan sprei yang terdapat ceceran darah.

"Untuk barang bukti saat ini kami mengamankan kasur yang ada darahnya semua," kata Andi.

Diduga Masuk Lewat Jendela, Tak Ada CCTV

Berdasarkan olah TKP sementara, pelaku diduga masuk melalui jendela yang dirusak.

"Pelaku ke TKP masuknya lewat jendela. Jadi jendela dirusak (dicongkel)," ujar Andi.

Pelaku diduga memanjat tembok pembatas kompleks dari arah kebun kosong di belakang rumah, lalu masuk ke halaman korban.

Di rumah korban tidak terdapat CCTV.

"Kebetulan di rumah korban tidak ada CCTV," katanya.

Dugaan Perampokan Masih Didalami

Sejumlah barang dilaporkan hilang, di antaranya gelang emas dan dua kunci mobil.

Meski demikian, dua mobil milik korban, Wuling Binguo EV dan Honda CR-V Prestige, masih terparkir di garasi.

Polisi belum menyimpulkan motif kejadian dan masih mendalami kemungkinan adanya unsur perampokan.

"Masih dalam lidik ya. Kami belum bisa menyimpulkan saat ini, masih dalam proses penyelidikan," tegas Andi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perang Iran vs Israel, Ibadah Haji 2026 Ditunda?
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Kemarin, BYD Seal 07 EV hingga vivo X300 Ultra dengan telekonverter
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Super League: Sempat Tertinggal 2 Gol, Persita Comeback & Hajar PSM Makassar
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Veda Ega Pratama Jadi Pembalap Terbaik Honda di Moto3 Thailand 2026
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Polri Sediakan Ribuan Posko Pengaman dan Pelayanan untuk Para Pemudik Saat Operasi Ketupat 2026
• 20 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.