Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) klasifikasi bintang dan non-bintang di Jakarta menurun pada Januari 2026, baik secara bulanan maupun tahunan.
Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto mengatakan pada Januari 2026, TPK hotel bintang di Jakarta mencapai 52,50 persen, atau turun 7,47 persen poin dibandingkan periode Desember 2025 atau bulanan, dan turun 1,00 persen poin dibandingkan Januari 2025.
"Tren penurunan sudah mulai dari Desember 2025 menuju Januari 2026 dan berlanjut sampai dengan Februari," kata Kadarmanto dalam kegiatan rilis berita statistik yang dipantau di Jakarta, Selasa.
Sementara itu, TPK hotel non-bintang pada Januari 2026 tercatat sebesar 38,90 persen, atau lebih rendah dari pada tingkat penurunan kamar hotel berbintang.
Kemudian, seperti halnya hotel bintang, TPK hotel non-bintang juga mengalami penurunan sebesar 6,39 persen poin secara bulanan dan sebesar 4,51 persen poin secara tahunan.
Baca juga: Jakarta Selatan jadi tujuan favorit wisatawan pada Januari 2026
Penurunan juga terjadi pada rata-rata lama menginap tamu (RLMT), baik di hotel bintang maupun non-bintang. RLMT hotel bintang di Jakarta pada Januari 2026 hanya tercatat sebesar 1,52 malam, atau turun 0,05 poin dibandingkan Desember 2025 secara bulanan, dan turun sebesar 0,06 poin dibandingkan Januari 2025 atau tahunan.
Sedangkan untuk hotel non-bintang, rata-rata lama menginap tamu pada Januari 2026 tercatat sebesar 1,34 malam. Angka ini turun sebesar 0,038 poin dibandingkan bulan sebelumnya atau bulanan, dan turun 0,024 poin dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.
Terkait proporsi tamu, hotel bintang di Jakarta pada Januari 2026 didominasi tamu Indonesia dengan proporsi sebesar 89,08 persen, sedangkan tamu asing hanya 10,92 persen.
"Ditinjau berdasarkan preferensi kelas hotel bintang, ternyata hotel bintang tiga menjadi pilihan utama bagi tamu Indonesia, yang tercatat proporsinya sebesar 35,37 persen. Di sisi lain, tamu asing cenderung memilih di hotel bintang empat, proporsinya mencapai 41,89 persen," ungkap Kadarmanto.
Baca juga: Ekspor Jakarta capai 1,55 miliar dolar AS pada Januari 2026
Baca juga: Inflasi tahunan Jakarta capai 4,91 persen pada Februari 2026
Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto mengatakan pada Januari 2026, TPK hotel bintang di Jakarta mencapai 52,50 persen, atau turun 7,47 persen poin dibandingkan periode Desember 2025 atau bulanan, dan turun 1,00 persen poin dibandingkan Januari 2025.
"Tren penurunan sudah mulai dari Desember 2025 menuju Januari 2026 dan berlanjut sampai dengan Februari," kata Kadarmanto dalam kegiatan rilis berita statistik yang dipantau di Jakarta, Selasa.
Sementara itu, TPK hotel non-bintang pada Januari 2026 tercatat sebesar 38,90 persen, atau lebih rendah dari pada tingkat penurunan kamar hotel berbintang.
Kemudian, seperti halnya hotel bintang, TPK hotel non-bintang juga mengalami penurunan sebesar 6,39 persen poin secara bulanan dan sebesar 4,51 persen poin secara tahunan.
Baca juga: Jakarta Selatan jadi tujuan favorit wisatawan pada Januari 2026
Penurunan juga terjadi pada rata-rata lama menginap tamu (RLMT), baik di hotel bintang maupun non-bintang. RLMT hotel bintang di Jakarta pada Januari 2026 hanya tercatat sebesar 1,52 malam, atau turun 0,05 poin dibandingkan Desember 2025 secara bulanan, dan turun sebesar 0,06 poin dibandingkan Januari 2025 atau tahunan.
Sedangkan untuk hotel non-bintang, rata-rata lama menginap tamu pada Januari 2026 tercatat sebesar 1,34 malam. Angka ini turun sebesar 0,038 poin dibandingkan bulan sebelumnya atau bulanan, dan turun 0,024 poin dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.
Terkait proporsi tamu, hotel bintang di Jakarta pada Januari 2026 didominasi tamu Indonesia dengan proporsi sebesar 89,08 persen, sedangkan tamu asing hanya 10,92 persen.
"Ditinjau berdasarkan preferensi kelas hotel bintang, ternyata hotel bintang tiga menjadi pilihan utama bagi tamu Indonesia, yang tercatat proporsinya sebesar 35,37 persen. Di sisi lain, tamu asing cenderung memilih di hotel bintang empat, proporsinya mencapai 41,89 persen," ungkap Kadarmanto.
Baca juga: Ekspor Jakarta capai 1,55 miliar dolar AS pada Januari 2026
Baca juga: Inflasi tahunan Jakarta capai 4,91 persen pada Februari 2026





