IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Cermati Saham ESSA, BRMS, ANTM, HRTA hingga AKRA

katadata.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan hari ini, Selasa (3/3). Pada perdagangan hari sebelunya IHSG ditutup turun 2,66% di level 8.016. 

Apabila menilik perdagangan awal pekan (2/3) kemarin, IHSG ditutup merosot 2,66% ke 8.016. Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal IHSG masih bertahan di atas level psikologis 8.000 serta berada di atas garis Moving Average 200. Namun demikian, penyempitan histogram positif pada Moving Average Convergence Divergence masih berlanjut dan berpotensi membentuk pola death cross.

“Jika IHSG breaklow level 8.000, diperkirakan berpotensi menguji level support berikutnya di 7.860–7.900,” tulis analisis Phintraco, Selasa (3/3). 

Phintraco Sekuritas menilai meningkatnya ketegangan geopolitik membuat investor cenderung menghindari aset berisiko. Kenaikan harga minyak mentah juga memicu kekhawatiran inflasi yang bakal mendorong kenaikan suku bunga apabila berlangsung dalam jangka panjang. 

Meski demikian, penguatan saham-saham sektor energi dan tambang emas membantu menahan IHSG agar tidak turun lebih dalam.

Di pasar valuta, nilai tukar Indonesian Rupiah di pasar spot ditutup melemah ke level Rp16.868 per dolar AS, sejalan dengan pelemahan mayoritas mata uang di kawasan Asia.

Dari sisi domestik, inflasi tercatat naik 0,68% secara bulanan (MoM) pada Februari 2026, berbalik dari deflasi 0,15% pada Januari 2026. Kenaikan terutama didorong oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang biasanya meningkat menjelang Ramadan. 

Secara tahunan, inflasi juga meningkat menjadi 4,76% (YoY) dari sebelumnya 3,55% pada Januari 2026, salah satunya dipengaruhi efek basis rendah akibat diskon tarif listrik pada awal 2025.

Sementara itu, surplus neraca perdagangan Indonesia turun menjadi US$0,95 miliar pada Januari 2026 dari sebelumnya US$3,49 miliar. Penurunan ini dipicu lonjakan impor 18,21% (YoY), sementara ekspor hanya tumbuh 3,39% (YoY).

“Manufacturing PMI Indonesia naik di level 53.8 pada Februari 2026 dari 52.6,” tulisnya. 

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).

Sementara itu Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut pasar modal RI muncul tekanan jual. Ia juga mengaku koreksi IHSG diperkirakan akan cenderung terbatas dan menguji 7.945–7.984 dan dan berpeluang kembali menguat ke 8.437–8.638.

Support IHSG berada di 7.970 dan 7.861, lalu resistance terdekat berada di 8.170 dan 8.306,” tulis Herditya dalam risetnya, Rabu (18/2). 

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) akumulasi beli di rentang Rp 3.030–Rp 3.180 dengan target harga di Rp 3.500–Rp 3.660, sementara level stoploss di bawah Rp 3.940.

Kemudian PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 2.870–Rp 2.910 dengan target harga di Rp 3.250–Rp 3.490, serta stoploss di bawah Rp 2.780.

Lalu dalam jangka pendek CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham-saham berikut.

  • PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) spec buy dengan support Rp565 dan cut loss jika turun di bawah Rp550. Selama tidak menembus Rp565, berpotensi naik ke Rp595–Rp610.
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) spec buy dengan support Rp985 dan cut loss jika turun di bawah Rp960. Jika bertahan di atas Rp985, berpotensi naik ke Rp1.035–Rp1.060.
  • PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS) spec buy dengan support Rp8.500 dan cut loss jika turun di bawah Rp8.300. Jika tidak menembus Rp8.500, berpotensi naik ke Rp8.900–Rp9.100.
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) spec buy dengan support Rp4.500 dan cut loss jika turun di bawah Rp4.390. Jika bertahan di atas Rp4.500, berpotensi naik ke Rp4.720–Rp4.830.
  • PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) spec buy dengan support Rp4.590 dan cut loss jika turun di bawah Rp4.480. Jika tidak menembus Rp4.590, berpotensi naik ke Rp4.810–Rp4.920.
  • PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) spec buy dengan support Rp1.340 dan cut loss jika turun di bawah Rp1.310. Jika bertahan di atas Rp1.340, berpotensi naik ke Rp1.400–Rp1.430.

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Imsak dan Subuh Surabaya 3 Maret 2026 (13 Ramadan 1447)
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tak Ada Musuh Iran yang Aman usai Wafatnya Ali Khamenei
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
6 Tentara AS Tewas Akibat Serangan Langsung Iran di Kuwait
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bareskrim Bongkar Rantai Bandar Narkoba Ko Erwin: Charlie dan Arfan Dicokok, The Doctor Diburu
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Prediksi Persija Vs Borneo FC di BRI Super League: Saling Sikut Demi Tempel Persib di Puncak
• 10 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.