Ekonomi Amerika Serikat (AS) Jadi Sorotan, Begini Nasib Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (3/3)

wartaekonomi.co.id
10 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin kembali menguat pada perdagangan pagi hari di Selasa (3/3). Ia sebelumnya sempat mengalami tekanan pada akhir pekan lalu akibat konflik dari Iran dan Israel-Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data terbaru dari Coinmarketcap, harga bitcoin melonjak tinggi, bahkan hampir menyentuh level psikologis US$70.000.

Baca Juga: Investor Harap Waspada, Begini Penilaian Analis Soal Potensi Rebound Harga Bitcoin (BTC)

Penguatan ini terjadi setelah bitcoin sempat merosot tajam dalam beberapa hari terakhir akibat ketidakpastian konflik yang dipicu oleh serangan dari Israel ke Iran.

Dari Amerika Serikat, sejumlah data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan turut memengaruhi sentimen pasar global, termasuk harga bitcoin.

ISM Manufacturing Purchase Manager Index Februari tercatat berada di 52,4. Angka tersebut menandai ekspansi sektor manufaktur sekaligus menjadi periode kedua berturut-turut indeks tersebu di atas level 50.

Adapun Chicago Business Barometer juga menunjukkan penguatan signifikan. Indeks tersebut naik ke 57,7 di Februari 2026. Capaian tersebut jauh melampaui ekspektasi pasar yang berada di 52,8.

Capaian tersebut menjadi ekspansi kedua sejak November 2023. Ia mencerminkan laju pertumbuhan aktivitas ekonomi tercepat sejak Mei 2022.

Meski data ekonomi yang kuat biasanya menekan aset berisiko seperti kripto, pasar tampaknya sudah mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve (The Fed).

Dengan kondisi tersebut, peluang pemangkasan suku bunga oleh bank sentral pada pertemuan Maret mendatang kini dinilai semakin kecil.

Apalagi, sejumlah faktor lain juga menambah tekanan inflasi global, termasuk meningkatnya harga minyak akibat ketegangan geopolitik serta data terbaru dari Producer Price Index (PPI).

Dalam kondisi normal, kombinasi suku bunga tinggi dan inflasi yang masih kuat dapat menjadi hambatan bagi harga kripto. Namun, sebagian analis menilai pasar kemungkinan sudah memasukkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat tersebut ke dalam harga aset.

Baca Juga: LPS Dorong Investor Saham dan Kripto Waspada: Penipu dan Hacker Mengintai di Indonesia

Karena itu, meskipun ketidakpastian global masih tinggi, bitcoin tetap mampu menunjukkan pemulihan yang cukup kuat dalam beberapa hari terakhir.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kedubes AS di Riyadh Diserang Drone, Trump Janji Balas Dendam
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Hukum mencium istri saat berpuasa
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Mendagri Tito Karnavian Hadiri Cap Go Meh Singkawang, Puji Toleransi Kota Terdepan di Indonesia
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemkot Jakut perbaiki ratusan jalan berlubang di wilayah Penjaringan
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Iran Diserang, 11 Jadwal Penerbangan dari Bandara Soetta ke Timur Tengah Dibatalkan | KOMPAS SIANG
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.