Cak Nun Ungkap Strategi Geopolitik Perang: Tak Hanya Serangan Fisik, tapi Juga Psikologis dan Keagamaan

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Klaten, VIVA – Video ceramah lama Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun viral lagi di media sosial. Rekaman yang diambil pada 2012 itu dinilai relevan dengan situasi global saat ini, terutama terkait konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Namun, yang menarik bukan sekadar soal prediksi perang. Dalam ceramah tersebut, Cak Nun membahas strategi geopolitik yang menurutnya jauh lebih kompleks daripada sekadar serangan militer. Ia menilai bahwa perang modern juga menyasar sisi psikologis dan keagamaan masyarakat.

Baca Juga :
Ramalan Cak Nun Tahun 2012 soal Iran Diserang Israel dan AS Viral Lagi, Kini Dianggap Terbukti
Noe Letto dan Anak Hotman Paris Dilantik Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional

Dalam potongan video yang beredar, Cak Nun menyampaikan pandangannya tentang kemungkinan konflik besar di Timur Tengah.

“Suatu hari Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika dan nanti Arab Saudi bisa dipastikan akan membela Israel,” ujar Cak Nun yang dikutip dari Instagram @lambe_turah pada Selasa, 3 Maret 2026.

“Pertanyaannya untuk Indonesia, Indonesia bela mana? Bela Iran apa bela Israel? Kita pasti akan bertengkar sendiri nanti, separuh bela Iran separuh Israel atau nggak bela siapa-siapa karena nggak ngerti,” tambahnya.

Ucapan tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah konflik Iran dan Israel memanas pada baru-baru ini. Banyak warganet menilai apa yang disampaikan Cak Nun lebih dari sekadar ramalan, melainkan analisis mendalam terhadap dinamika kekuatan global.

Dalam ceramahnya, Cak Nun menekankan bahwa dampak perang tidak hanya dirasakan oleh negara yang terlibat langsung. Negara lain, termasuk Indonesia, juga bisa terdampak melalui perpecahan opini dan provokasi.

“Klaten harus antisipasi terhadap provokasi dari luar maupun kebodohan dari dalam,” ujarnya saat ceramah di Masjid Raya Klaten pada tahun 2012 silam. 

Lebih jauh, ia mengulas bagaimana strategi geopolitik dapat menyentuh wilayah yang lebih sensitif, yakni ranah spiritual dan psikologis umat beragama. Menurutnya, ada upaya sistematis yang tidak hanya berfokus pada konflik bersenjata.

“Israel itu juga melakukan provokasi yang luar biasa di Arab Saudi dengan meningkatkan faham-faham yang kemudian menguasai Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Tujuannya sederhana: memutus hubungan batin antara umat Islam dengan Rasulullah SAW,” katanya menjelaskan.

“Artinya Anda nggak boleh mesra sama Rasulullah. Kalau Anda ke Raudhah Anda tidak boleh pegang-pegang tembok makam beliau dan seterusnya. Pokoknya kuncinya di strategi Amerika dan Israel itu adalah putuskan hubungan hati cinta antara umat dengan Rasulullah. Jadi tingkat provokasinya dari adu domba fisik sampe psikologi dan batin dan ini serius,” tandasnya.

Baca Juga :
Cerita Cak Nun Soal Soeharto Lengser: Di Balik 21 Mei 1998 yang Tak Semua Orang Tahu
Sempat Atheis, Noe Letto Kini Pilih Jadi Mualaf Setelah Bertanya Soal Setan
Ucap Syahadat dan Kembali Mualaf, Noe Letto: Saya Kira Islam Mengajarkan Percaya Tuhan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akal-akalan Penyamun di Jakbar: Jambret Nenek hingga Pingsan, Kabur Lalu Balik Lagi Jadi Penolong
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Setelah Ditutup, Bandara Perintis Papua Siap Kembali Beroperasi
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Gempa bumi magnitudo 5,1 di Maluku Barat Daya, tak berpotensi tsunami
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Fitur Galaxy AI hingga Privacy Display, Inilah Keunggulan HP Samsung Galaxy S26 Ultra, Ponsel Flagship Rp24 Jutaan
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Rekaman Sidang Epstein Dirilis: Hillary Clinton Ngamuk Foto Bocor, Bill Ungkap Obrolan Golf dengan Trump
• 7 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.