Jakarta, VIVA - Bursa Asia-Pasifik merosot pada pembukaan perdagangan Selasa, 3 Maret 2026. Koreksi ini seiring konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yanh masih berlanjut dan memberikan tekanan terhadap pasar.
Harga minyak dunia terus melanjutkan kenaikan setelah Iran menyatakan akan menutup Selat Hormuz. Harga minyak mentah berjangka AS naik 0,15 persen menjadi US$71,33 atau sekitar Rp 1,20 juta (estimasi kurs Rp 16.870) per barel sementara minyak Brent naik 7,14 persen menjadi US$78,07 atau sekitar Rp 1,31 juta per barel.
Menurut data Kpler, lebih dari 14 juta barel per hari melewati Selat Hormuz sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut mencakup hampir sepertiga dari total ekspor minyak mentah dunia yang didistribusikam melalui jalur laut.
- Ist
Dikutip dari CNBC Internasional, indeks Kospi Korea melemah hampir 2 persen. Namun, saham-saham perusahaan-perusahaan di sektor pertahanan justru mengalami kenaikan besar dipimpin lonjakan saham Hanwha Aerospace sebesar 11 persen di awal sesi perdagangan pasar.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,42 persen. Sementara itu, indeks Topix tergerus 0,76 persen.
Indeks S&P/ASX 200 Australia ikut mencatat penurunan sebesar 0,57 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong untuk kontrak berjangka justru nakk ke level 26.109 dari area 26.059,85.
Sedangkan, bursa AS ditutup beragam. Indeks S&P 500 naik tipis 0,04 persen disusul penguatan Nasdaq Composite sebesar naik 0,36 persen.
Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 73,14 poin, atau 0,15 persen menjadi 48.904,78. Indeks ini sempat turun ke titik terendah usai turun hampir 600 poin.





