PDIP Minta Indonesia Keluar dari Board of Peace Pasca Serangan AS-Israel ke Iran

liputan6.com
8 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Politikus PDIP yang juga anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menegaskan Indonesia sebaiknya segera keluar dari kerja sama atau keterlibatan dalam Board of Peace (BoP).

Menurutnya, keputusan untuk tetap berada dalam BoP berpotensi membahayakan integritas politik luar negeri Indonesia di mata dunia serta menyimpang dari prinsip konstitusional politik luar negeri bebas aktif.

Advertisement

BACA JUGA: Jenderal Rikwanto Panas Kasus Kematian Anak Nizam: Apalagi Ortu Kandung Diduga Turut Serta!

"Indonesia sudah terlanjur masuk ke dalam BoP. Namun daripada berlarut-larut dan menimbulkan persoalan yang lebih besar, sebaiknya pemerintah segera mengambil langkah untuk keluar. Ini penting demi menjaga konsistensi prinsip bebas aktif yang menjadi amanat konstitusi kita," ujar TB Hasanuddin dalm keterangannya, Selasa (3/3/2026).

TB Hasanuddinmemaparkan lima alasan utama mengapa Indonesia perlu segera menarik diri dari BoP. Pertama, partisipasi Indonesia dalam BoP dinilai telah mencederai prinsip bebas aktif sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi. 

"Amanat untuk turut aktif menjaga perdamaian dunia tidak tercermin apabila Indonesia menjadi bagian dari organisasi yang dinilai membiarkan terjadinya agresi militer terhadap bangsa lain, dalam hal ini invasi AS-Israel ke Iran," katanya.

Kedua, pemerintah dinilai tidak menunjukkan sikap tegas dalam mengutuk invasi AS-Israel ke Iran.

"Hal ini memperkuat persepsi adanya keberpihakan Indonesia terhadap agresi tersebut dan menimbulkan kesan lemahnya komitmen terhadap penghormatan kedaulatan negara lain," jelas TB Hasanuddin.

Ketiga, posisi yang dinilai tidak netral dan tidak konsisten dalam membela kedaulatan bangsa lain dapat memperburuk persepsi rakyat Palestina terhadap Indonesia. TB Hasanuddin mengingatkan bahwa mobilisasi pasukan TNI sebagai bagian dari ISF BoP berpotensi mendapat penolakan. 

"Bahkan, penolakan disebut telah muncul sejak dua pekan lalu ketika perwakilan Hamas secara terbuka menyatakan penolakan terhadap keberadaan pasukan asing di Gaza dan mengklaim telah berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia," ucapnya.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
China Konsolidasikan Diplomasi dengan Iran, Oman, dan Prancis di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
• 6 jam lalupantau.com
thumb
AETI Dorong Pembentukan Industri Offtaker Domestik untuk Perkuat Hilirisasi Timah
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jakarta Siaga Hujan Sangat Lebat Sepekan, BMKG Beri Peringatan
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pria di Mamuju Tikam Pemuda 29 Tahun Secara Membabi Buta, Curigai Korban Selingkuh dengan Istrinya
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Dramatis! Polisi Kejar-kejaran Tangkap Begal Sadis di Lampung Timur
• 2 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.