China Konsolidasikan Diplomasi dengan Iran, Oman, dan Prancis di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Luar Negeri China Wang Yi melakukan konsolidasi langkah lanjutan melalui panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi, dan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot pada Senin malam terkait situasi Timur Tengah yang memanas.

Dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri China disebutkan “Wang Yi juga menyampaikan bahwa China telah mendesak Amerika Serikat dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer, menghindari peningkatan ketegangan lebih lanjut, serta mencegah konflik meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah,”.

China Dorong Penghentian Operasi Militer

Wang Yi menyatakan keyakinan bahwa Iran mampu menjaga stabilitas nasional dan sosial serta menjamin keselamatan warga dan lembaga China di Iran.

Ia menegaskan China menghargai persahabatan tradisional China-Iran serta mendukung Iran dalam mempertahankan kedaulatan, keamanan, keutuhan wilayah, dan martabat nasionalnya.

Dalam pembicaraan dengan Abbas Araghchi, Menlu Iran itu menyampaikan bahwa AS untuk kedua kalinya melancarkan perang terhadap Iran di tengah berlangsungnya perundingan Iran-AS.

Araghchi menyatakan “Perundingan putaran ini telah mencapai kemajuan positif, namun tindakan AS melanggar seluruh hukum internasional dan telah melewati garis merah Iran. Iran tidak memiliki pilihan lain selain melakukan pembelaan diri secara penuh,”.

Dalam pembicaraan dengan Badr Albusaidi, Wang Yi menilai tindakan AS dan Israel bertentangan dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB.

Wang Yi menyatakan “Prioritas utama saat ini adalah segera menghentikan operasi militer, mencegah meluasnya konflik, dan menghindari situasi jatuh ke titik yang tidak dapat dipulihkan. China mendesak semua pihak untuk melakukan upaya bersama demi tujuan tersebut serta mendukung Oman untuk tetap pada niat awalnya dan melanjutkan upaya perdamaian,”.

Ia juga menyampaikan “Meluasnya perang tidak sejalan dengan kepentingan mendasar dan jangka panjang negara-negara Teluk, China berharap negara-negara Teluk memperkuat kemandirian dan otonomi, menentang campur tangan eksternal, mengembangkan hubungan bertetangga yang baik, meningkatkan solidaritas dan kerja sama, serta benar-benar memegang masa depan dan nasib mereka di tangan sendiri,”.

Korban Tewas Capai Ratusan Orang

Badr Albusaidi menyatakan “Apabila perang ini terus berlanjut, akan menimbulkan lebih banyak korban jiwa dan kerugian harta benda. Saat ini semua pihak harus bersama-sama mendorong gencatan senjata dan penghentian konflik secepat mungkin,”.

Ia juga mengatakan “Dalam momen yang sensitif dan situasi yang kompleks saat ini, Oman berharap China memainkan peran penting. Oman juga akan sepenuhnya menjaga keselamatan warga negara dan lembaga China di Oman,”.

Dalam pembicaraan dengan Jean-Noel Barrot, Wang Yi menegaskan bahwa komunitas internasional tidak boleh menerapkan standar ganda dan harus menentang tindakan yang melanggar hukum internasional.

Wang Yi menyampaikan “Negara besar tidak boleh bertindak sewenang-wenang menyerang negara lain dengan mengandalkan keunggulan militer, dan dunia tidak boleh kembali pada hukum rimba. Nuklir Iran pada akhirnya harus kembali ke jalur penyelesaian politik dan diplomatik,”.

Barrot menyatakan “Operasi militer AS dan Israel terhadap Iran tidak dikonsultasikan dengan Dewan Keamanan PBB dan tidak memperoleh otorisasi Dewan Keamanan. Saat ini semua pihak perlu bersama-sama mendorong penurunan eskalasi situasi dan menyelesaikan isu nuklir Iran serta persoalan terkait lainnya melalui perundingan,”.

AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah kota di Iran pada Sabtu 28 Februari yang menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang disebut Presiden AS Donald Trump sebagai “salah satu orang paling jahat dalam sejarah”.

Selain Khamenei, turut dilaporkan tewas Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran Mohammad Pakpour, Kepala Staf militer Iran Abdulrahim Mousavi, Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, dan Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani.

Teheran merespons dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, aset-aset AS, serta sejumlah negara di kawasan Teluk.

Tiga personel militer AS dilaporkan tewas dan lima lainnya mengalami luka serius.

Bulan Sabit Merah Iran pada Senin 2 Maret menyatakan jumlah korban tewas mencapai 555 orang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prospek IHSG setelah Melewati Guncangan Beruntun sejak Awal Tahun
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bupati Pekalongan Kena OTT KPK, Pernah Viral 'Takut Diperiksa Penegak Hukum'
• 4 jam lalusuara.com
thumb
KPK OTT Lagi, Bupati Pekalongan Fadia Diciduk
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Timnas Indonesia di Grup B Kejuaraan ASEAN Futsal 2026
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Bibit Siklon 90S Terbentuk, Picu Hujan Sedang-Lebat di Berbagai Wilayah di Jawa
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.