PSM Makassar Sudah Lupa Cara Menang! Kalah Lagi 2-4 dari Persita, Begini Alasan Asisten Pelatih Ahmad Amirudin

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, PAREPARE – PSM Makassar seolah sudah lupa cara menang. Terakhir kalah telak 2-4 saat menjamu Persita Tangerang di Super League 2025/2026, Senin (3/3/2026) malam.

Bermain di hadapan pendukung di Stadion Gelora BJ Habibie ternyata tidak menjadi jaminan bagi Pasukan Ramang untuk meraih poin penuh.

Hasil negatif ini memperpanjang catatan kelam tim kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Kekalahan dari Pendekar Cisadane menambah rentetan hasil buruk Yuran Fernandes dan kolega. Dalam 12 pertandingan terakhir di BRI Super League musim ini, PSM tercatat hanya mampu mengamankan satu kali kemenangan.

Statistik ini menjadi rapor merah yang memicu kemarahan suporter hingga terjadi aksi protes di dalam lapangan usai laga berakhir.

Kini, posisi PSM Makassar di klasemen sementara kian terhimpit. Berada di peringkat ke-13 dengan koleksi 23 poin, Pasukan Ramang hanya terpaut selisih lima angka dari PSBS Biak yang menghuni batas atas zona degradasi.

Bayang-bayang turun kasta pun mulai menghantui tim peraih gelar juara Liga 1 2022/2023 ini.

Ahmad Amirudin Tidak Ingin Degradasi

Asisten Pelatih PSM, Ahmad Amirudin, mengakui bahwa kondisi internal tim sedang tidak baik-baik saja. Namun, ia menegaskan komitmen seluruh elemen tim untuk bangkit dari keterpurukan dan menjauh dari zona merah.

“Kami tentu tidak ingin dicatat sebagai skuad yang membawa PSM degradasi. Insyaallah, kami akan terus berjuang sekuat tenaga untuk keluar dari situasi ini,” ujar Amiruddin dengan nada tegas dalam konferensi pers usai laga.

Mantan striker tajam ini mengaku terkejut dengan hasil akhir kontra Persita. Padahal, secara persiapan teknis, jajaran kepelatihan merasa tim sudah dalam kondisi siap tempur.

Ia pun secara ksatria memohon maaf kepada seluruh pendukung setia PSM atas hasil memalukan di kandang sendiri.

“Mewakili pelatih, pemain, dan manajemen, saya memohon maaf sebesar-besarnya. Saya tidak akan mencari pembelaan atau melindungi siapa pun,” ungkapnya.

Amiruddin menjelaskan bahwa sebenarnya ada progres di lini depan, namun keroposnya lini pertahanan menjadi petaka.

“Saat latihan, kami sudah menganalisis segalanya dan yakin bisa tampil maksimal. Kenyataannya berbeda. Hari ini kita cetak dua gol, ada kemajuan, tapi malah kebobolan empat kali. Saat ini, yang paling kami butuhkan adalah poin, bukan sekadar progres,” pungkasnya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Apresiasi Niat Mediasi RI, Namun Tolak Negosiasi dengan AS
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dusan Vlahovic Buka Peluang Perpanjang Kontrak, Juventus dan Striker Serbia Capai Sinyal Positif
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Akademisi UNAS Sebut Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Berpotensi jadi Matahari Baru dalam Pilpres 2029
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Penjualan tiket FIFA Series 2026 dibuka, mulai Rp150 ribu
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
THR dan BHR Naik, Airlangga Ramal Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I/2026 Capai 5,6%
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.