Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 bisa mencapai 5,5% hingga 5,6%, karena naiknya nilai Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bonus Hari Raya (BHR).
Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan Rp55 triliun untuk THR Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), TNI-Polri, hingga pensiunan tahun ini. Jumlah tersebut naik sekitar 10% dibandingkan anggaran tahun lalu sekitar Rp49 triliun.
Sementara itu, BHR untuk tahun ini mencapai Rp220 miliar. Menurut Airlangga, jumlah itu juga naik 50% dibandingkan tahun lalu sekitar Rp110 miliar.
"Sehingga tentunya kami berharap pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama ini akan lebih tinggi dibandingkan kuartal IV yang lalu [5,49%]. Jadi kita menargetkan antara 5,5% sampai 5,6%," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Terkait THR untuk ASN, TNI-Polri, PPPK, hingga pensiunan, Airlangga memerinci bahwa alokasi anggaran jumbo tersebut akan disalurkan kepada tiga kelompok. Pertama, sebanyak 2,4 juta ASN pusat dan TNI-Polri akan menerima porsi anggaran sebesar Rp22,2 triliun.
Kedua, untuk 4,3 juta ASN di daerah, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp20,2 triliun. Ketiga, sebanyak 3,8 juta pensiunan akan menerima guyuran dana dengan total mencapai Rp12,7 triliun.
Baca Juga
- Daftar Nilai THR 2026 ASN-Pensiunan, PNS Pusat hingga TNI/Polri Dapat Paling Banyak
- Tok! THR Swasta Wajib Cair Selambat-lambatnya H-7 Lebaran, Tak Boleh Dicicil
- BHR 2026: Ojol selain Grab-Gojek Dapat Rp150.000 per Orang
Mantan menteri perindustrian itu menyampaikan skema penyalurannya sedikit berbeda dengan beberapa tahun terakhir, komponen THR tahun ini dipastikan cair 100% atau dibayarkan secara penuh.
Airlangga menyebutkan bahwa komponen tersebut meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan, serta tunjangan kinerja sesuai dengan regulasi yang berlaku. Terkait waktu pencairan, pemerintah telah memulai proses penyaluran secara bertahap sejak pekan pertama, tepatnya pada 26 Februari lalu.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga menegaskan bahwa pemberian THR adalah kebijakan yang terpisah dari pencairan gaji ke-13. Jika THR dicairkan jelang hari raya maka gaji ke-13 memiliki jadwal pencairan yang berbeda.
"Untuk gaji ke-13 ya seperti biasa, biasanya dibayarkan di bulan Juni," ujar Airlangga.
Terkait BHR untuk Ojol, pemerintah juga mendorong agar aplikator transportasi daring untuk mencairkan BHR mulai H-14 lebaran Idulfitri 2026.
“Jumlah yang diberikan BHR tahun 2026 bisa mencakup kepada sekitar 850.000 mitra penerima," jelasnya.
Menurut Airlangga, pemerintah telah melakukan komunikasi intensif dengan aplikator terkait pemberian BHR kepada mitra pengemudi, kendati hanya berupa imbauan.
Dia lantas memerinci bahwa aplikator seperti Gojek dan Grab masing-masing akan memberikan BHR senilai total Rp100 miliar hingga Rp200 miliar kepada sekitar 400.000 mitra pengemudi.
Sisanya akan diberikan oleh aplikator lainnya seperti Maxim, yang mencanangkan pemberian BHR kepada 51.000 mitra pengemudi, serta InDrive kepada sekitar 500 mitra pengemudi.
“Kami mendorong penyaluran dilakukan lebih awal H-14 atau paling lambat H-7 sebelum Idulfitri,” ujar Airlangga.





