Turin, VIVA – Gelandang Timnas Amerika Serikat, Weston McKennie, akhirnya mengakhiri spekulasi mengenai masa depannya setelah resmi menandatangani kontrak baru bersama Juventus. Kepastian tersebut diumumkan melalui pernyataan resmi klub pada Selasa waktu setempat.
Dalam pengumuman itu, Juventus mengonfirmasi bahwa pemain berusia 27 tahun tersebut menandatangani kontrak berdurasi empat tahun. Artinya, McKennie akan tetap berseragam Bianconeri hingga 30 Juni 2030. Perpanjangan ini sekaligus mempertegas komitmen kedua belah pihak setelah enam musim kebersamaan di Turin.
Sebelumnya, kontrak lama McKennie dijadwalkan berakhir pada Juni tahun ini. Situasi itu membuatnya bebas membuka negosiasi dengan klub-klub Eropa lain sejak awal tahun. Namun, mantan pemain pinjaman Leeds United tersebut memilih bertahan, terutama setelah menjadi sosok penting dalam skuad asuhan Luciano Spalletti dalam beberapa bulan terakhir.
Sepanjang musim ini, performa McKennie terbilang konsisten. Sejak ajang Piala Dunia Antarklub tahun lalu, tidak ada pemain Juventus yang mencatatkan penampilan lebih banyak darinya. Ia telah tampil dalam 38 pertandingan di semua kompetisi dan 34 kali dipercaya sebagai starter.
Dari segi kontribusi, McKennie mencetak delapan gol dan lima assist. Catatan tersebut hanya kalah dari Kenan Yildiz, yang mengoleksi sembilan gol dan tujuh assist musim ini.
Keunggulan lain McKennie terletak pada fleksibilitasnya. Ia kerap dimainkan di berbagai posisi, mulai dari bek kanan, gelandang tengah, hingga winger kanan. Bahkan, ia juga pernah mengisi posisi bek kiri, gelandang serang, winger kiri, hingga penyerang untuk mendukung Jonathan David, termasuk saat Juventus bermain imbang 3-3 melawan AS Roma di ajang Serie A akhir pekan lalu.
Saat ini, Juventus menempati posisi keenam klasemen Serie A dan tertinggal empat poin dari zona empat besar dengan 11 pertandingan tersisa. Bianconeri juga telah tersingkir dari Liga Champions setelah kalah dari Galatasaray di babak playoff. Di tengah situasi tersebut, masa depan Spalletti sebagai pelatih kepala pun masih menjadi tanda tanya, meski manajemen kini setidaknya telah memastikan salah satu pilar penting mereka tetap bertahan untuk jangka panjang.





