REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono melakukan kontak dengan Menteri Luar Negeri Iran Araghchi di tengah serangan AS-Israel ke Teheran.
Menlu menyatakan, Indonesia siap memainkan peran konstruktif dalam memajukan perdamaian, termasuk menawarkan kesediaan untuk memfasilitasi dialog atau mediasi.
Baca Juga
Petinggi Rusia Ungkap Kesalahan Besar AS Membunuh Ayatollah Ali Khamenei, Singgung Perang Dunia
OTT Ramadhan, KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
Bantah Pidanakan Pengunggah Menu MBG, Kelapa BGN: Saya Malah Senang Orang Mem-posting
"Dengan tujuan bersama untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menghentikan hilangnya nyawa orang tak bersalah secara tidak perlu," ujar Sugiono lewat kicauan di X, Selasa.
Indonesia, kata ia, mendesak semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan segera melakukan de-eskalasi. Menurutnya, penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB harus dijunjung tinggi. "Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan yang layak menuju stabilitas regional," ujarnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Rencana Presiden Prabowo untuk menjadi penengah sebelumnya telah disampaikan Kemenlu lewat keterangan terdahulu.
Pemerintahan Republika Islam Iran memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap Pemerintah Indonesia yang menawarkan diri untuk Presiden Prabowo Subianto terbang ke Teheran memediasi penghentian perang dengan Zionis Israel-Amerika Serikat (AS).
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)