China Bicara Penutupan Selat Hormuz dan Bantah Jual Rudal ke Iran

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Beijing, VIVA – Pemerintah China menanggapi penutupan Selat Hormuz oleh Garda Revolusi Iran menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke negara tersebut.

"Selat Hormuz dan perairan sekitarnya merupakan jalur perdagangan internasional yang penting bagi barang dan energi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, dikutip Selasa 3 Maret 2026.

Baca Juga :
BI Waspadai Melonjaknya Inflasi Terdorong Naiknya Harga Minyak Dunia
Pasca Kematian Ali Khamenei, IRGC Sebut Musuh Iran Tak Akan Aman Bahkan di Rumah Sendiri

Ia menambahkan bahwa China "mendesak pihak-pihak terkait segera menghentikan operasi militer, menghindari eskalasi, dan mencegah dampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi global."

Mao menegaskan keamanan dan stabilitas kawasan merupakan kepentingan bersama komunitas internasional.

Ia juga menyatakan serangan AS-Israel terhadap Iran tidak memiliki otorisasi Dewan Keamanan PBB dan melanggar hukum internasional.

"China sangat prihatin atas dampak yang meluas di kawasan. Kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara-negara Teluk harus dihormati sepenuhnya. Kami mendesak semua pihak menghentikan operasi militer dan mencegah penyebaran konflik," kata Mao.

China mendukung negara-negara kawasan meningkatkan komunikasi dan koordinasi guna menjaga perdamaian dan stabilitas, katanya.

Ia menegaskan China menentang penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional serta pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan negara lain.

"Prioritas saat ini adalah segera menghentikan operasi militer dan mencegah meluasnya konflik. China siap bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mendorong dialog dan negosiasi," katanya.

Terkait laporan pembelian rudal anti-kapal supersonik CM-302 buatan China oleh Iran, Mao membantah kabar tersebut.

"Pemberitaan itu tidak benar. China selalu mematuhi kewajiban internasionalnya dan menentang penyebaran disinformasi," katanya.

Iran menutup Selat Hormuz setelah diserang AS dan Israel pada Sabtu 28 Februari. Langkah itu dinilai akan mengganggu pelayaran dan perdagangan energi global.

Sejumlah perusahaan membatalkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair (LNG). Kapal-kapal dilaporkan menumpuk di sekitar pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab.

Selat Hormuz, yang terletak di antara Oman dan Iran, merupakan jalur vital bagi pasar energi global. Sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia melewati selat tersebut.

Sejak selat itu ditutup, harga minyak di pasar Asia naik sekitar 13 persen menjadi 80 dolar AS per barel dan berpotensi menembus 100 dolar AS jika penutupan berlangsung lama. (Ant)

Baca Juga :
Eskalasi Konflik AS-Iran Meningkat, Pramono Waspadai Lonjakan Harga di Jakarta
Panas! Garda Revolusi Iran Ancam Serang dan Bakar Kapal di Selat Hormuz
Serangan Drone Iran Hantam Kedubes AS di Riyadh Arab Saudi, Picu Ledakan Dahsyat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Balada Penjual Koran di Yogya, Dulu Bisa Sekolahkan Anak Kini Hanya untuk Makan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Tekan Curanmor saat Ramadan, Polisi Bagikan Kunci Cakram ke Warga Bogor
• 7 jam laludetik.com
thumb
Pemberdayaan BRI Tumbuhkan Kreativitas Pelaku Usaha ‘Hijasmita’ Lewat Desain Hijab Modern Bernuansa Lokal
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Israel Gempur Puluhan Target Intelijen di Teheran, Klaim Lumpuhkan Kekuatan Rudal Iran
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Prediksi Skor Madura United vs Malut United 3 Maret 2026: Susunan Pemain & Head to Head
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.