Konflik Timur Tengah yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran tidak akan menjadi "perang tanpa akhir, tetapi mungkin membutuhkan waktu". Demikian disampaikan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah wawancara yang disiarkan hari Senin (2/3) waktu setempat.
Berbicara kepada Fox News, Netanyahu juga mengatakan Israel dan Amerika Serikat harus bertindak karena Iran telah membangun situs-situs senjata nuklir baru yang tidak akan mungkin diserang dalam beberapa bulan.
"Anda tidak akan mengalami perang tanpa akhir," kata Netanyahu. "Ini akan menjadi tindakan cepat dan tegas," imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Selasa (3/3/2026).
Ia kemudian mengklarifikasi bahwa konflik tersebut "mungkin membutuhkan waktu, tetapi tidak akan memakan waktu bertahun-tahun."
Netanyahu menuduh Iran telah mengerjakan situs-situs senjata baru sejak apa yang disebut perang 12 hari pada bulan Juni tahun lalu, ketika Israel dan Amerika Serikat juga melancarkan serangan serentak terhadap republik Islam tersebut.
"Mereka mulai membangun situs-situs baru, tempat-tempat baru, bunker bawah tanah yang akan membuat program rudal balistik dan program bom atom mereka kebal dalam beberapa bulan," kata pemimpin veteran Israel itu.
(ita/ita)




