Harga Batu Bara & Gas Melejit Usai LNG Qatar Lumpuh Akibat Perang Israel-Iran

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Harga batu bara melejit usai QatarEnergy menutup fasilitas Kilang LNG Ras Laffan akibat diserang drone Iran dalam perang dengan Israel. Penutupan dilakukan pada Senin (2/3) yang langsung memicu kebutuhan peralihan bahan bakar (fuel switching) di sektor kelistrikan dari gas ke batu bara.

Kontrak berjangka batu bara Newcastle, yang menjadi acuan utama di Asia, melonjak 8,6 persen menjadi USD 128,70 per ton pada perdagangan Senin waktu AS. Harga tersebut menjadi yang tertinggi untuk kontrak bulan terdepan sejak Desember 2024.

Kilang Ras Laffan menyumbang sekitar seperlima pasokan LNG global dan merupakan penutupan pertama dalam sejarah operasional perusahaan dalam 30 tahun terakhir.

"Ini belum pernah terjadi dalam sejarah LNG. Kapasitas penyimpanan LNG global jauh lebih kecil dibanding minyak, sehingga lonjakan harga spot hampir tak terhindarkan. Rantai pasok LNG hampir tidak punya ruang cadangan," kata Richard Pratt dari Precision LNG Consulting dikutip dari Bloomberg, Selasa (3/3).

Penghentian tersebut juga mendorong harga gas Eropa melonjak 39 persen yang merupakan kenaikan tertinggi dalam empat tahun terakhir dan sempat menyentuh level tertinggi dalam setahun. Kontrak berjangka gas front-month Belanda (TTF) ditutup di €44,51 per megawatt-jam, tertinggi sejak Maret 2025.

Kenaikan harga gas membuat pembangkit listrik di sejumlah negara mempertimbangkan beralih dari gas ke batu bara untuk menjaga pasokan listrik dan menekan biaya.

Di Asia, kawasan yang sangat bergantung pada LNG Qatar, Taiwan menyatakan akan meningkatkan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara jika gangguan berlangsung cukup lama hingga mengganggu pasokan gas.

Sentimen positif juga terlihat di pasar saham. Saham produsen batu bara Australia seperti Whitehaven Coal Ltd. dan New Hope Corp. sempat melonjak lebih dari 5 persen di Sydney pada Selasa, menjadikannya salah satu penguat utama di indeks S&P/ASX 200.

Di dalam negeri, saham-saham di sektor tambang batu bara dan energi lainnya seperti minyak juga melejit. Beberapa di antaranya PTBA naik 5,82 persen ke 2.910, AADI naik 5,81 persen ke 10.475, ADRO naik 4,15 persen ke 2.510, ENRG naik 2,27 persen ke 2.250, BUMI naik 2,42 persen ke 254, dan DEWA naik 2 persen ke 510 pada pukul 11:20 WIB.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Enam Anggota Militer AS Tewas Sejak Awal Serangan di Iran
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
MK Tak Terima Gugatan soal Sanksi Pidana Merokok saat Berkendara
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
6.047 Jemaah Umrah Pulang Aman, Kemenhaj Imbau Tunda Keberangkatan akibat Situasi Timur Tengah
• 3 jam laludisway.id
thumb
Sambut Lebaran, KAI Wisata Sediakan 30.712 Kursi Kereta Premium Untuk Pelanggan
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
4 Shio yang Akan Dibanjiri Rezeki pada 4 Maret 2026: Macan Hoki Besar, Monyet Waspada Salah Langkah
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.