Marinir Amerika Serikat (AS) dilaporkan menembak pengunjuk rasa yang melakukan aksi protest terhadap agresi ke Iran di Konsulat Amerika Serikat di Karachi, Pakistan, Minggu (2/3).
Dikutip dari Reuters, kerusuhan terjadi ketika ratusan demonstran mencoba menyerbu kompleks diplomatik tersebut pada akhir pekan. Insiden itu berujung pada tembakan yang dilepaskan oleh personel keamanan, termasuk marinir dari Amerika Serikat.
Baca Juga: Tidak Ada Kejelasan Waktu, Trump Sebut Operasi Amerika Serikat (AS) Akan Panjang di Iran
10 orang dilaporkan tewas setelah massa berhasil menerobos tembok luar kompleks konsulat. Mereka berdemonstrasi menyusul serangan militer dan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Pejabat Amerika Serikat mengatakan belum dapat dipastikan apakah peluru yang dilepaskan oleh marinir mengenai atau menewaskan korban. Mereka juga menyebut masih belum jelas apakah tembakan juga dilepaskan oleh pihak lain yang menjaga konsulat, seperti kontraktor keamanan swasta atau polisi setempat.
Dalam operasi keamanan sehari-hari dalam misi diplomatik, pengamanan biasanya dilakukan oleh kombinasi kontraktor swasta dan aparat lokal. Keterlibatan Marinir menunjukkan bahwa pihak konsulat menilai situasi saat itu sebagai ancaman serius terhadap keselamatan staf diplomatik.
Diketahui, Pakistan memiliki komunitas muslim syiah terbesar kedua di dunia. Kematian Khamenei dalam serangan militer memicu gelombang kemarahan terhadap Amerika Serikat.
Di luar konsulat, para demonstran terdengar meneriakkan slogan “Death to America! Death to Israel!”. Laporan dari lokasi menyebutkan suara tembakan dan gas air mata digunakan untuk membubarkan massa di jalan-jalan sekitar gedung diplomatik.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang demonstran diduga menembakkan senjata ke arah konsulat, sementara sejumlah pengunjuk rasa lain terlihat berlarian dalam kondisi terluka ketika suara tembakan terdengar.
Seorang pejabat kepolisian mengatakan bahwa sebagian tembakan berasal dari dalam area konsulat, mengindikasikan respons langsung dari petugas keamanan terhadap upaya penyerbuan tersebut.
Baca Juga: Amerika Serikat (AS) Bongkar Alasan Serang Iran Lebih Dulu
Pakistan sebelumnya telah melarang seluruh bentuk kerumunan massa secara nasional setelah meluasnya demonstrasi terkait konflik dari Iran dan Amerika Serikat-Israel. Meski demikian, masyarakat tetap menyerukan aksi protes lanjutan di kota-kota besar seperti Lahore dan Karachi.





