5 Tradisi Cap Go Meh di Indonesia yang Tak Pernah Ada di China

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Perayaan Cap Go Meh di Indonesia tak hanya identik dengan lampion dan barongsai. Di berbagai daerah, momen hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek ini justru berkembang dengan sentuhan budaya lokal yang kuat bahkan menghadirkan tradisi yang tidak ditemukan di China. Ragam Tradisi Cap Go Meh Indonesia Berikut sejumlah tradisi unik Cap Go Meh di Indonesia: 1. Pawai Tatung di Singkawang Pawai Tatung menjadi ikon Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat. Tatung dipercaya sebagai medium roh leluhur atau dewa. Dalam arak-arakan, mereka melakukan atraksi ekstrem seperti menusuk pipi dengan kawat atau duduk di atas pedang.
 

Baca Juga :

 
Sejarah Imlek di Indonesia, Dulu Dilarang?
 


Ritual ini diyakini sebagai simbol penolak bala dan penyucian kota dari energi negatif. Tak heran, perayaan ini menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya dan menjadikan Singkawang salah satu pusat Cap Go Meh terbesar di Indonesia. 2. Arak-Arakan Sipasan di Padang Di Padang, terdapat tradisi unik bernama Sipasan. Tandu berbentuk naga atau lipan besar diarak keliling kota, sementara anak-anak duduk di atasnya dan diiringi patung dewa atau Kio.

Tradisi ini memperlihatkan akulturasi budaya Tionghoa dan Minangkabau yang telah terjalin lama di Sumatra Barat. 3. Jappa Jokka Cap Go Meh di Makassar “Jappa Jokka” dalam bahasa Makassar berarti jalan-jalan. Perayaan ini diisi kirab budaya, pertunjukan barongsai, seni tradisional, hingga festival kuliner yang terbuka untuk masyarakat luas.
Suasana meriah dan inklusif menjadikan Cap Go Meh di Makassar sebagai ajang kebersamaan lintas budaya. 4. Ziarah ke Pulau Kemaro Di Palembang, umat Tionghoa melakukan ziarah ke klenteng yang berada di Pulau Kemaro, sebuah pulau kecil di tengah Sungai Musi.
Selain sebagai tempat ibadah, Pulau Kemaro juga dikenal dengan legenda cinta tragis yang menjadi cerita turun-temurun dan memperkaya nilai budaya setempat. 5. Lontong Cap Go Meh di Pulau Jawa Berbeda dari hidangan khas di China, masyarakat Tionghoa di Jawa memiliki tradisi kuliner khas berupa lontong Cap Go Meh. Menu ini terdiri dari lontong, opor ayam, sayur labu siam, telur pindang, hingga bubuk kedelai.

Hidangan ini menjadi simbol kuat akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa yang telah berlangsung ratusan tahun.
 

Baca Juga :

Banyak yang Keliru! Ini Perbedaan Imlek, Chinese New Year, dan Lunar New Year


Cap Go Meh di Indonesia bukan sekadar perayaan penutup Imlek. Ia menjadi bukti bahwa budaya dapat berbaur tanpa kehilangan identitas aslinya.

Dari Singkawang hingga Palembang, tradisi-tradisi ini menunjukkan bahwa keberagaman bukan hanya dirayakan tetapi juga dirawat dan diwariskan lintas generasi.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Calista Vanis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapal Cepat Bawa 108 Penumpang Dihantam Ombak di Selat Lombok, Lambung Depan Pecah
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Polisi Kejar Tiga Buron Perburuan Gajah Sumatera
• 35 menit lalukompas.com
thumb
HMI Cabang Pekanbaru Apresiasi PT Musim Mas
• 23 jam lalurealita.co
thumb
Elnusa Bantu Pertamina Pastikan Penyaluran BBM Berjalan Lancar
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prediksi Mengejutkan dari Arab Saudi: Timnas Indonesia Disebut Pasti Tembus Piala Dunia 2034!
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.