Bupati Pekalongan Terjaring OTT KPK, Ini Sikap DPD Golkar Jateng

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

SEMARANG, KOMPAS — Kabar Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi telah sampai kepada partainya pada Selasa (3/3/2026). Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Tengah menyatakan masih menunggu proses penyelidikan KPK untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jateng Mohammad Saleh mengatakan, pertama kali mengetahui kabar operasi tangkap tangan (OTT) Fadia pada Selasa pagi dari pemberitaan media. Saleh tidak tahu pasti persoalan rasuah apa yang menyangkut kadernya itu. 

Menurut Saleh, DPD Golkar Jateng bakal menghargai proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Kita tunggu saja hasil dari proses penyelidikan KPK dalam 1x24 jam," kata Saleh saat dihubungi, Selasa.

Baca JugaKPK OTT Lagi, Bupati Pekalongan Fadia Diciduk

DPD Golkar Jateng menyebut, pihaknya juga belum tahu apakah dari partai akan memberikan pendampingan hukum terhadap Fadia. Pendampingan, kata Saleh, bakal diberikan apabila ada permintaan dari Fadia, yang juga menjabat Ketua DPD Golkar Kabupaten Pekalongan itu.

"Kami akan menunggu permintaan dari Bu Fadia, jika memang membutuhkan pendampingan hukum. Tentu semuanya nanti akan kami laporkan ke Dewan Pimpinan Pusat Golkar jika sudah ada update terkini dari KPK," ucap Saleh.

Saleh menyebut, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia sudah berulang kali mengimbau kadernya untuk tidak melanggar hukum, termasuk korupsi. Hal itu, misalnya, disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional Golkar di Jakarta pada Desember 2025.

"Ketua umum sudah menghinbau kader Golkar di eksekutif dan legislatif atau di manapun agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum atau dalam pengambilan keputusan tidak melanggar hukum. Tentu imbauan ini harus kami sampaikan ke bawah," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan pihaknya telah melakukan OTT terhadap Fadia. Menurutnya, Fadia ditangkap bersama dengan sejumlah orang.

"Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, salah satunya bupati. Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Budi.

Budi belum memberikan jawaban terkait kasus dugaan korupsi apa yang melibatkan Fadia. Perkembangan terkait hasil pemeriksaan lanjutan terhadap pihak-pihak yang ditangkap dalam OTT itu disebut akan segera diinformasikan KPK.

Tahun ini, Fadia sedang menjalani periode kedua kepemimpinannya di Pekalongan. Ia bersama wakilnya, Sukirman, menang Pemilu 2024. Keduanya memperoleh 306.443 suara.

Baca JugaOTT Kepala Daerah Berulang, Pilkada Langsung Justru Dituding Jadi Akar Persoalan Korupsi

Perolehan suara pasangan nomor urut 1 itu mengalahkan perolehan suara lawannya. Pasangan Riswadi dan Mukhammad Amin sebanyak 238.486 suara.

Pada periode pertama di 2021-2025, politisi yang juga bekas penyanyi dangdut itu menjabat sebagai bupati bersama wakilnya Riswadi. Sebelumnya, Fadia juga pernah menjabat Wakil Bupati Pekalongan periode 2011 - 2016 mendampingi Amat Antono.  


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antusiasme Siswa Berkebutuhan Khusus di Semarang Ikuti Sekolah Ramadhan Fest
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mentan minta BRMP perkuat kemandirian pangan di timur Indonesia
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Jejak Asing di IHSG di Tengah Perang: Pola Outflow Bakal Terulang?
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Main Mulai Besok, Ini Daftar Lengkap Wakil Indonesia di All England 2026: Raymond/Joaquin Langsung Incar Gelar Juara
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
DKI kelompokkan pangan strategis untuk tentukan prioritas kebijakan
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.