Bisnis.com, DENPASAR – Tertutupnya ruang udara Timur Tengah membuat ribuan wisatawan dari Eropa dan Timur Tengah menuju ke Bali terdampak.
Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana menjelaskan saat ini Bali terdampak dari terganggunya konektivitas global imbas dari perang Amerika Serikat dan Iran.
Dampaknya sekitar 8.500 wisatawan terdampak langsung baik yang akan masuk Bali maupun wisatawan Eropa yang hendak meninggalkan Bali.
Maskapai yang membatalkan penerbangan antara lain Qatar Airways, Emirates dan Etihad Airways.
Akan tetapi walaupun sedang terjadi perang, Gus Agung menyebut bukan berarti Bali kehilangan pasar Eropa 100%. Masih ada rute yang bisa dilalui wisman Eropa selain Doha, Dubai dan Abu Dhabi.
Rute transit global yang masih stabil lewat Singapura dan Korea Selatan, maskapai yang melayani antara lain Singapore Airlines, Korean Airlines, dan Turkish Airlines.
"Pembatalan berasal dari hub transit, bukan Bali sebagai destinasi. Saat ini ada delay kedatangan wisatawan Eropa, wisman masih bisa melakukan reschedule, jadi Bali tidak kehilangan wisatawan Eropa sepenuhnya atau bukan full loss demand," jelas Agung saat dikonfirmasi Bisnis, Selasa (3/3/2026).
Agung menjelaskan saat ini okupansi hotel di Sanur, khususnya Puri Santrian dan Griya Santrian masih di atas 80%, mayoritas tamu berasal dari Australia dan Eropa yang tidak melalui Timur Tengah.
Sebagaimana diberitakan Bisnis sebelumnya, total 15 penerbangan rute internasional (8 keberangkatan dan 7 kedatangan) yang mengalami pembatalan penerbangan. Adapun rincian jadwal penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal.
Berdasarkan data dari maskapai penerbangan, jumlah calon penumpang dari penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal penerbangan tersebut berjumlah 3.197 penumpang, di mana data tersebut merupakan jumlah calon penumpang keberangkatan.





