BUPATI Pekalongan Fadia Arafiq terkena operasi tangkap tangan atau OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (3/3). Fadia merupakan sosok populer yang baru saja memulai periode keduanya setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025 lalu.
“Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Salah satunya Bupati,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut Budi mengatakan Fadia Arafiq saat ini dalam proses dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk dilakukan pemeriksaan secara lebih lanjut. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan statusnya sesuai aturan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Baca juga : Rekam Jejak Politik Keluarga A. Rafiq dan Kaitannya dengan OTT Bupati Pekalongan
Kronologi Singkat OTT PekalonganJuru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa tim penindakan mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah. "Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak, salah satunya Bupati," ujar Budi. Selain sang Bupati, beberapa pejabat Pemkab Pekalongan juga dikabarkan turut diperiksa di Mapolres Pekalongan Kota sebelum diboyong ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.
Profil Fadia Arafiq: Dari Panggung Dangdut ke Kursi BupatiFadia Arafiq, yang memiliki nama lahir Laila Fathiah, lahir di Jakarta pada 23 Mei 1978. Ia bukan orang baru di mata publik Indonesia. Berikut adalah perjalanan kariernya:
- Putri Legenda Dangdut: Fadia adalah putri dari penyanyi dangdut legendaris, A. Rafiq, dan kakak dari artis Fairuz A. Rafiq.
- Mantan Penyanyi: Sebelum terjun ke politik, ia sempat populer lewat lagu dangdut berjudul "Cik Cik Bum Bum" pada tahun 2000.
- Karier Politik: Ia menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan (2011-2016), kemudian menjadi Bupati Pekalongan periode 2021-2024, dan kembali terpilih untuk periode 2025-2030.
- Koneksi Politik: Suaminya, Ashraff Khan, merupakan pedangdut asal Malaysia yang kini menjabat sebagai Anggota DPR RI Fraksi Golkar.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan per Maret 2026, total kekayaan Fadia Arafiq mencapai Mata Uang Rupiah 85,6 Miliar. Angka ini menjadikannya salah satu kepala daerah terkaya di Jawa Tengah.
Jenis Aset Nilai Estimasi Tanah & Bangunan (26 Titik) Rp74.290.000.000 Alat Transportasi & Mesin Rp1.180.000.000 Harta Bergerak Lainnya Rp3.020.000.000 Kas & Setara Kas Rp10.333.500.000 Total Kekayaan (Setelah Utang) Rp85.623.500.000Aset properti Fadia tersebar luas di lokasi-lokasi strategis seperti Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Bogor, Semarang, hingga Badung, Bali. Koleksi kendaraannya mencakup Toyota Alphard tahun 2023 yang menjadi aset transportasi termahalnya. (H-4)





